Unionspace Buat Co-working Space Khusus Startup Tekfin

Perusahaan penyedia jasa ruang bekerja bersama Unionspace menggandeng Stone&Chalk untuk membuat co-working space khusus bagi perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin).
Dhiany Nadya Utami | 24 Februari 2018 14:24 WIB
Co-working space. - UnionSPACE

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan penyedia jasa ruang bekerja bersama Unionspace menggandeng Stone&Chalk untuk membuat co-working space khusus bagi perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin).

CEO Unionspace Albert Goh mengatakan menyatakan pembuatan co-working space ini sebagai salah satu upaya mendorong perkembangan perusahaan rintisan tekfin di Indonesia yang kian marak.

“Unionspace tergerak untuk turut mendukung dengan adanya co-working space ini,” ujar Goh seusai pendandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Stone&Chalk di Jakarta, (23/2/2018).

Dia menambahkan, kerja sama dengan Stone&Chalk dipilih karena perusahaan penyedia ruang kerja bersama asal Australia tersebut telah sukses membangun co-working space khusus tekfin.

Unionspace dan Stone&Chalk akan memberikan akses kepada anggota mereka untuk menggunakan co-working space di lokasi-lokasi milik kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, mereka juga akan menghubungkan para anggotanya dengan perusahaan pemodal atau venture capital juga investor lain.

“Hal ini dimaksudkan agar semua anggota dapat membangun network di negara yang dikunjungi, serta mempelajari berbagai hal demi perkembangan bisnis yang dimiliki,” tutur Goh.

Kejora Ventures sebagai penyuntik dana bagi Unionspace mengatakan dalam proyek ini banyak pihak yang turut terlibat sehingga akan memudahkan perusahaan rintisan tekfin untuk membangun jejaring.

“Kami juga mengajak asosiasi, OJK, IBM, untuk jadi partner. Kami ingin perusahaan fintech yang berkantor di sana, ibaratnya, bisa langsung kenal dengan semua orang,” ujar Founder Kejora Group Andy Zain

Selain itu, Andy menilai hubungan antarnegara juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Pembuatan fintech co-working space ini, menurutnya, baru langkah awal dari kerja sama Indonesia dan Australia.

“Nantinya kita bisa sama-sama belajar. Kalau dari kita ada yang butuh ilmu dari sana, bisa berangkat, atau mereka yang ke sini. Begitupun sebaliknya,” ujar Andy.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia M. Ajisatria Suleiman mengapresiasi langkah yang dilakukan Unionspace.

Menurutnya dengan adanya ruang kerja bersama khusus perusahahaan tekfin membuat interaksi lebih mudah.

“Lebih banyak fintech di sana, dikusinya bisa lebih enak, kolaborasinya lebih banyak,” tutur pria yang biasa disapa Aji ini.

Dia juga mengatakan Aftech Indonesia berusaha memanfaatkan ruang tersebut dengan mengadakan pertemuan-pertemuan yang diikuti perusahaan rintisan tekfin.

“Setelah yang di Satrio diresmikan kita bikin event dua kali seminggu jadi bisa lebih sering ketemuan,’ tutur Aji.

Tag : UnionSPACE
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top