BMAD Biodiesel RI, Aprobi Tuding AS Lakukan Proteksionisme Dagang

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menuding langkah Amerika Serikat menetapkan Bea Masuk Anti-Dumping terhadap produk biodiesel RI sebagai sebuah upaya proteksionisme perdagangan yang sejatinya tidak diperbolehkan.
Rayful Mudassir | 26 Februari 2018 15:53 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menuding langkah Amerika Serikat menetapkan Bea Masuk Anti-Dumping terhadap produk biodiesel RI sebagai upaya proteksionisme perdagangan yang semestinya tidak diperkenankan.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan langkah proteksionisme yang dilakukan oleh negeri Paman Sam tidak diperolehkan dalam perdagangan Internasional. Pihaknya juga menyayangkan tindakan tersebut.

Langkah ini juga dicurigai sebagai pola dagang American First yang dilakukan AS sejak masa kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

“Keputusan yang dikeluarkan AS, kami kecewa karena ini keterlaluan dan benar-benar mendiskriminasi produk sawit Indonesia. Argentina juga kena [BMAD], tapi tidak sebesar Indonesia,” kata Paulus kepada Bisnis, Senin (26/2/2018).

Pihaknya mengklaim upaya AS untuk menetapkan Bea Masuk Anti Dumping dan Bea Masuk Anti Subdisi belum terbukti. Oleh sebab itu baik kalangan industri maupun pemerintah sedang menempuh langkah krusial untuk menyampaikan gugatan ke Pengadilan Perdagangan AS yakni US Court of International Trade pada 4 Februari 2018.

Sementara itu pemerintah juga sedang menyusun langkah untuk melakukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyelesaikan persoalan ini. Pihak industri mengaku turut membantu dalam hal data dan kondisi perdagangan biodiesel dengan pemerintah. Pasalnya gugatan ke WTO hanya dapat dilakukan oleh pemerintah.

“Tentu ada langkah diplomasi, lobi, dan langkah hukum. Langkah hukum ini pemerintah dengan industri sedang menyiapkan untuk kami adukan hal ini ke WTO tapi itu memakan waktu dan persiapan dan tidak segera,” papanya.

Dia mengaku gugatan ke WTO tersebut bakal berlangsung lama. Pasalnya gugatan ke lembaga itu terhadap kasus sama yang dilakukan Uni Eropa berlangsung tiga sampai empat tahun. Namun akhirnya WTO memenangkan RI dalam gugatan biodiesel terhadap BMAD yang ditetapkan kawasan itu.

Tag : biodiesel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top