Dua Cara Produsen Bersiap Menghadapi Kenaikan TKDN Smartphone 4G LTE

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan bobot TKDN sebesar 30% yang rencananya akan naik pada 2019.
Duwi Setiya Ariyanti | 26 Februari 2018 13:01 WIB
Ilustrasi pemain gim mobile - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) sedang berbenah untuk mempersiapkan diri di tengah rencana pemerintah menaikkan bobot tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada ponsel 4G, komputer tablet dan genggam.

Wakil Ketua Umum AIPTI Lee Kang Hyun mengatakan kenaikan bobot TKDN harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan pabrikan lokal. Menurutnya, saat ini asosiasi tengah mempersiapkan diri bila pemerintah akan menetapkan bobot yang lebih tinggi untuk TKDN. Seperti diketahui, pemerintah menetapkan bobot TKDN sebesar 30% yang rencananya akan naik pada 2019.

"AIPTI tengah berbenah diri mempersiapkan langkah pemerintah untuk peningkatan TKDN," ujarnya saat dihubungi Bisnis, belum lama ini.

Asosiasi, kata Lee, dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, mengoptimasi penggunaan komponen dalam negeri. Di sisi lain, penggunaan komponen dalam negeri masih terkendala faktor ketersediaan.

"Satu sisi kesediaan komponen lokal masih sangat terbatas dan belum ada ekosistemnya," katanya.

Kedua, mengembangkan aplikasi dalam negeri dalam negeri dengan jumlah pengguna aktif yang telah ditetapkan. Kemudian, menanamkan aplikasi tersebut ke dalam peranti keras. Dia berharap pemerintah menaikkan bobot TKDN secara bertahap.

Penaikan bobot TKDN secara drastis tanpa didukung kemampuan pabrikan lokal, katanya, bisa berujung pada naiknya harga jual produk. Pasalnya, pelaku usaha harus mengeluarkan investasi yang besar untuk mengikuti ketentuan tersebut.

"Mengingat usaha maupun biaya yang harus dikeluarkan tidak kecil dan tidak mudah dalam usahanya meningkatkan TKDN, harga jual pun tentu terpengaruh seiring dengan penambahan modal dan biaya," katanya. 

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top