Pabrikan Makanan & Minuman Skala Kecil Diminta Perhatikan Kemasan Produk

Kemenperin ingin mengembangkan daya saing sektor IKM di antaranya melalui pembangunan pusat inovasi, peningkatan aspek keamanan pangan, hingga pengemasan produk.
Anitana Widya Puspa | 26 Februari 2018 19:27 WIB
Pekerja di pabrik pengolahan makanan. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Kemenperin ingin mengembangkan daya saing sektor IKM di antaranya melalui pembangunan pusat inovasi, peningkatan aspek keamanan pangan, hingga pengemasan produk. 

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian Sudarto mencontohkan kelemahan produk IKM lokal terutama terletak pada pengemasan. 

Menurutnya packaging adalah hal yang menentukan keamanan pangan dan mutu bahan baku.  Di mencontohkan produk yang dikemas oleh pabrikan Jepang memiliki waktu kedaluwarsa. Indonesia belum memiliki banyak penelitian. 

"Jangan sampai IKM tidak mengenal dan terlambat mengenal itu. Model kemasan harus efektif sesuai dengan masa kedaluwarsa. Maka itu, kami ingin membuat IKM material center," katanya, Rabu (22/2/2018).

Dia mencontohkan sebuah produk yang ingin merambah pasar internasional perlu melalui tahapan manajemen sertifikasi, termasuk ke sistem pengemasan.

“Kami akan mendukung proses pascapanen, packaging, dan membuat standar untuk ekspor. Kami rasa hal ini, termasuk membangun innovation center dapat memperluas pasar,” tuturnya.

Industri makanan dan minuman mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri dan memberi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non migas. Peran subsektor industri makanan dan minuman paling tinggi dibandingkan dengan subsektor lain, yaitu sebesar 34,34% pada 2017.

Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tahun lalu mencapai sebesar 9,23%, lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan industri non migas yang mencapai 4,84%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri makanan dan minuman mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Industri makanan dan minuman juga menjadi satu dari sejumlah sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong industri sebagai penggerak ekonomi daerah. 

Di Sidoarjo misalnya UPT Mamin pun telah melatih hampir 3500 IKM. Sudarto mengatakan ada hampir 360 jenis produk makanan di Sidoarjo dari kue basah ataupun kue kering yang sudah dijajakan di beragam tempat, termasuk bandara dan mal. 

Tag : industri makanan dan minuman
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top