PLTB Jeneponto, Perkembangan Proyek Capai 65%

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-I di Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah mencapai sekitar 65%. Saat ini, proyek dengan investasi senilai US$160,7 juta itu telah memasuki tahap pemasangan tower dan turbin.
Denis Riantiza Meilanova | 26 Februari 2018 11:00 WIB
Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap tertutup kabut di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (15/1). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-I di Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah mencapai sekitar 65%. Saat ini, proyek dengan investasi senilai US$160,7 juta itu telah memasuki tahap pemasangan tower dan turbin.

Seperti dikutip laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin (26/2/2018), PLTB Tolo-I ini akan dipasang 20 turbin angin dengan masing-masing kapasitas 3,6 megawatt (MW), sehingga total kapasitas pembangkit mencapai 72 MW. Tak kurang dari 60 baling-baling akan dikirim ke lokasi proyek hingga akhir April 2018.

Model turbin yang dipasang di PLTB ini memakai jenis Siemens DD On-Shore 3,6 WTG dimana 2 unit transformator Siemens selesai dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 MVA.

Dari total 20 wind turbin generator (WTG) yang ditargetkan terpasang, 11 di antaranya telah selesai proses pengecoran pondasi tower dengan volume beton 750 m3, diameter 26,6 meter dan kedalaman 4 meter. Sementara, sisa turbin dalam tahap pembesian.

Nantinya, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 kV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 kV telah selesai dibangun, yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto. Sedangkan bangunan pengendalian dan pemeliharaan masih dalam proses pengerjaan.

Energi PLTB Tolo-I dihasilkan dari kecepatan angin 6 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Penandatangan jual beli atau power purchase agreement (PPA) diteken oleh PLN dan PT Energi Bayu Jeneponto sejak 14 November 2016 dengan harga jual listrik US$10,89 cent/kWh.

Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan selesai dan commercial pperation date (COD) pada 14 November 2019.

Hadirnya PLTB Tolo-I Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi berbasis angin di Indonesia, disamping semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, yang saat ini rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12%.

Tag : PLTB Tolo-I di Jeneponto, PLTB Tolo-I
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top