Jalan Tol Balikpapan—Samarinda Bisa Digunakan Januari 2019

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda menargetkan pembangunan jalan tol BalikpapanSamarinda selesai pada akhir tahun ini sehingga dapat dioperasikan pada Januari 2019.
Yanita Petriella | 26 Februari 2018 07:36 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers seusai meninjau progres pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur, Kamis (24/3/2016). Proyek jalan tol yang diperkirakan menyerap investasi sebesar Rp13 triliun ini diharapkan rampung pada 2018. - Bisnis/Siti Munawaroh

JAKARTA — PT Jasamarga Balikpapan Samarinda menargetkan pembangunan jalan tol Balikpapan—Samarinda selesai pada akhir tahun ini sehingga dapat dioperasikan pada Januari 2019.

Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda S.T.H. Saragi mengatakan bahwa saat ini progres konstruksi pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 48% dengan pembebasan lahan mencapai 91%.

"Saat ini tidak ada kendala berat dalam pembangunannya. Saya yakin Desember ini bisa selesai sehingga beroperasi pada awal Januari 2019," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Perusahaan meyakini bahwa pada sisa waktu selama 10 bulan tahun ini dapat menyelesaikan pembangunan ruas tol tersebut.

Menurutnya, pembebasan lahan belum selesai terkait dengan dokumen administrasi karena jalur tol Balikpapan—Samarinda melintasi hutan konservasi atau Taman Hutan Raya Bukit Suharto yang masih digarap warga.

Pembangunan jalan tol Balikpapan—Samarinda sepanjang 99,02 kilometer terdiri atas lima seksi. Seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja dibiayai dengan APBD Kaltim dengan nilai kontrak mencapai Rp1,40 triliun dan panjang 25,07 kilometer.

Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa memiliki panjang 23,26 kilometer, seksi 3 sepanjang 21,90 kilometer dari Muara Jawa hingga Palaran, seksi 4 dari Palaran hingga Samarinda dengan panjang 17,90 kilometer.

Pembangunan seksi 2, 3, 4 dilaksanakan oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda. Perusahaan itu merupakan konsorsium PT Jasa Marga TBk. Dengan kepemilikan 55%, PT Wijaya Karya Tbk. (15%), PT Pembangunan Perumahan Tbk. (15%), dan PT Bangun Tjipta Sarana (15%).

Sementara itu, seksi 5 dari Km 13 Balikpapan hingga Bandara Sepinggan dengan panjang 11,09 kilometer dengan biaya dari China dan sharing APBN senilai Rp848,55 miliar.

"Nanti di ujung seksi 4 akan kami buatkan jalan menyambung dengan Jembatan Mahkota yang ada di Samarinda," kata Saragi.

Tag : jalan tol, kaltim
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top