Simak Cara Angkasa Pura I Membuat Betah Pengunjung Bandara

Meningkatkan pelayanan di bandara dan mendorong pemerintah daerah untuk mengakselerasi potensi ekonomi daerah menjadi bagian dari strategi PT Angkasa Pura I (Persero).
Kurniawan A. Wicaksono & Thomas Mola | 26 Februari 2018 09:15 WIB
Penumpang turun dari pesawat NAM Air Boeing 737 500 rute Denpasar - Labuan Bajo. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum

 

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatkan pelayanan di bandara dan mendorong pemerintah daerah untuk mengakselerasi potensi ekonomi daerah menjadi bagian dari strategi PT Angkasa Pura I (Persero). Hal itu dilakukan agar aktivitas penerbangan dan penumpang di bandara kelolaan perseroan meningkat.

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), menegaskan peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu prioritas perseroan. Jajaran direksi Angkasa Pura I, paparnya, senantiasa berupaya untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Salah satu yang disiapkan ialah menyediakan ruang publik yang lebih luas, penataan kawasan komersial yang lebih baik, dan menerapkan konsep digitalisasi.

Menuruntya, terdapat kebanggaan tersendiri bagi perseroan dan masyarakat jika melihat kualitas layanan bandara yang bagus. Dia menuturkan kinerja perseroan yang terus bertumbuh harus juga dirasakan masyarakat langsung melalui kenyamanan yang sesuai dengan harapan masyakarat.

"Yang membanggakan masyarakat ini kan bukan hanya sekadar laba yang tinggi, tapi juga apa sih yang bisa mereka rasakan lebih baik ketika mereka berkunjung ke bandara. Itu yang lebih diapresiasi kalau kami lihat," ujarnya.

Direktur Operasional Wendo Asrul Rose menambahkan bisnis transportasi merupakan turunan dari pertumbuhan ekonomi suatu wilayah atau daerah. Pertumbuhan itu bisa didorong oleh perdagangan, wisata, atau investasi sehingga jika pemerintah daerah ikut aktif mendorong pertumbuhan maka kegiatan di bandara juga ikut meningkat.

"Maka trafik yang melintas di bandara kami juga meningkat, sehingga kami juga punya program untuk 'memprovokasi' daerah, ayo bangkit, potensinya didorong ekonomi meningkat, kami kena dampak orang lalu lalang meningkat. Kalau bangun bandara saja, it’s not enough,” ujarnya.

Faik melanjutkan saat ini perseroan tengah mengincar pengelolaan enam bandara baru di kawasan timur Indonesia yang selama ini dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Unit Pelaksana Bandar Udara). Keenam bandara itu, jelasnya, diharapkan bisa dikelola Angkasa Pura I pada tahun ini.

Adapuun keenam bandara itu ialah Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Juwata Tarakan, Bandara Syukuran Aminudin Amir Luwuk, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dan Bandara Samarinda Baru.

"[Potensi] cukup bagus terutama untuk membangun networking kami di wilayah timur dan tiap-tiap bandara punya karakteristik yang bisa kami kembangkan seperti Labuan Bajo untuk fokus ke tourism, Sentani bisa untuk kargo," jelas mantan Direktur Utama ASDP ini.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : bumn, bandara, angkasa pura i, ruang publik
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top