Mendag Pastikan Gabah Petani Tetap Diserap Bulog

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan Bulog akan tetap menyerap harga gabah di tingkat petani meski harganya masih relatif tinggi dan beras impor mulai masuk.
Rayful Mudassir | 27 Februari 2018 10:43 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pengecekan beras impor yang masuk ke Gudang Bulog Divre DKI dan Banten, Selasa (27/2). - Bisnis/Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan Bulog akan tetap menyerap harga gabah di tingkat petani meski harganya masih relatif tinggi dan beras impor mulai masuk.

"Bulog pasti menyerap gabah petani. Kalau ada gabah, sudah pasti diambil oleh Bulog. Jangan khawatir," kata Enggar saat melakukan pemeriksaan terhadap beras impor di gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Meski beras impor sudah hampir sepenuhnya masuk ke Indonesia, Mendag memastikan hal itu tidak berpengaruh pada daya serap gabah petani oleh Bulog. Apalagi, saat ini telah diatur fleksibilitas gabah hingga 20% yang memungkinkan serapan gabah jika harga berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Enggar meminta tidak ada pihak yang membentur isu impor beras karena dapat mengancam daya serap Bulog terhadap gabah di petani.

"Jangan dibentur. Terkesan bahwa masuknya beras Bulog akan mengancam petani, enggak ada urusan. Ada atau enggak ada impor tetap kami serap," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan pemerintah memiliki kebijakan dalam mengamankan gabah petani dengan tetap melakukan penyerapan dan memastikan beras untuk konsumen tetap tersedia.

"Bulog akan beli berapapun dan akan menjadi penyangga, menjamin tidak akan ada harga gabah beras jatuh. Kalau ada, kami tetap ambil," sebutnya.

Berdasarkan catatan Bulog, sebanyak 261.500 ton beras impor telah tiba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebagian telah berada di gudang dan sisanya masih dalam proses seperti bongkar, sandar atau antrean di pelabuhan.

Tag : Harga Beras
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top