Bulog Indramayu Target Serap 89.000 Ton Beras Tahun Ini

Sub Divisi Regional Bulog Indramayu, Jawa Barat menargetkan serapan beras pada 2018 mencapai 89.000 ton meski tahun sebelumnya hanya mencapai 60% serapan.
Rayful Mudassir | 27 Februari 2018 15:30 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melihat beras Bulog yang digunakan untuk operasi pasar di Subdivre Tegalgirang, Indramayu. - .Bisnis/Rayful Mudassir

Bisnis.com, INDRAMAYU - Sub Divisi Regional Bulog Indramayu, Jawa Barat menargetkan serapan beras pada 2018 mencapai 89.000 ton meski tahun sebelumnya hanya mencapai 60% serapan.

Kepala Subdivre Bulog Indramayu, Asep Bukhori mengatakan saat ini panen masih terjadi di beberapa wilayah. Meski begitu belum ada beras yang masuk ke gudang karena masih dalam proses hingga menjadi beras.

"Mungkin pertengahan Maret baru mulai masuk ke gudang," kata Asep kepada wartawan di Gudang Bulog Tegalgirang, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya serapan beras yang hanya 60% pada 2016 akibat harga beras yang cenderung tinggi. Namun tahun ini pemerintah telah menaikan fleksibilitas harga 20% untuk gabah kering. Sehingga beras tetap dapat diserap ke gudang.

"Sekarang ada yang umur dua bulan, ada yang masih hijau tapi merata, ada juga yang sedang dalam proses pengeringan," paparnya.

Sementara itu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melihat langsung kondisi beras medium yang digelontorkan ke pasar. Pihaknya mengintervensi pedagang beras di daerah itu untuk tetap menjual beras medium dari Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Tidak boleh ada pedagang pasar di Indramayu yang tidak menjual beras Bulog," katanya.

Untuk diketahui harga gabah di Indramayu cenderung tinggi yakni berada pada kisaran Rp5.000 per kg. Harga ini jauh di atas harga pembelian pemerintah untuk gabah kering panen yakni Rp3.700 per kg di tingkat petani.

 

Tag : impor beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top