Baru 144 Industri Kecil dan Menengah Manfaatkan Kemudahan Impor

Kementerian Perindustrian sedang menyusun rencana aksi yang dapat ditindaklanjuti para pemangku kepentingan agar IKM dapat lebih memanfaatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) IKM dan memberdayakan pelaku IKM untuk memperluas akses pasar, mempromosikan, serta meningkatkan daya saing produk unggulannya di marketplace global.
Anitana Widya Puspa | 27 Februari 2018 17:10 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kerajinan bantal dari limbah kain perca di Desa Ngemplak, Mranggen Demak, Jawa Tengah, Senin (4/9). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, SURABAYA—Kementerian Perindustrian sedang menyusun rencana aksi yang dapat ditindaklanjuti para pemangku kepentingan agar IKM dapat lebih memanfaatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) IKM dan memberdayakan pelaku IKM untuk memperluas akses pasar, mempromosikan, serta meningkatkan daya saing produk unggulannya di marketplace global. 

Berdasarkan data yang didapatkan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, terdapat 44 IKM yang telah memanfaatkan fasilitas KITE IKM. Produsen barang kerajinan, furnitur, pakaian jadi, dan industri kosmetik serta bahan kosmetik mendominasi pemanfaatan tersebut.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan ke depannya pemanfaatan fasilitas KITE IKM dapat lebih berdampak signifikan pada perluasan akses ekspor melalui marketplace global untuk meningkatkan kontribusi IKM pada ekspor nasional.

“Banyak yang belum memanfaatkan karena memang banyak yang belum mengetahui. Jadi tugas kami adalah melakukan sosialisasi dan pembinaan. Lokasi sosialisasi kami akan perluas hingga Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” katanya Rabu (27/2/2018).

Fasilitas KITE IKM adalah fasilitas dari pemerintah yang diperkenalkan pada Januari 2017. Insentif ini bertujuan untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan IKM juga mendorong produktivitas serta daya saing IKM.

Fasilitas yang diberikan melalui KITE IKM adalah pembebasan bea masuk dan PPn serta PPn Barang Mewah atas impor barang/ dan atau bahan untuk diolah, dirakit dan/atau dipasang pada barang lain dengan tujuan diekspor.

Program pemberian fasilitas KITE juga merupakan salah satu langkah pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan industri. Saat ini, Kementerian Perindustrian mematok pertumbuhan industri pada tahun ini dapat mencapai 5,67%.

“Berdasarkan data kontribusi output sektor IKM pada 2017, maka target pertumbuhan sektor IKM pada 2018 akan berkisar pada rentang 5,7% hingga 6,1%,” tutur Gati. 

 

Tag : industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top