Pabrik Baru Evercoss Beroperasi Kuartal III/2018

Setelah pabrik baru yang berada bersebelahan itu beroperasi, kapasitas produksinya Evercoss naik 50% atau menjadi 150.000 unit per bulan
Duwi Setiya Ariyanti | 27 Februari 2018 18:03 WIB
Marcomm Manager Indopasifik Group Suryadi Willim saat peluncuran Evercross U50A Max, Selasa (27/2/2018) - Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA — Pabrik baru Evercoss ditargetkan beroperasi pada kuartal III/2018. Setelah pabrik baru beroperasi, kapasitas produksi produsen ponsel pintar tersebut naik menjadi 150.000 unit per bulan.

Marketing Communication Manager Indopasifik Group Suryadi Willim mengatakan pabrik baru Evercoss yang berlokasi di Kawasan Bukit Semarang Baru City, Semarang, Jawa Tengah masih dalam tahap konstruksi.

“Seharusnya kuartal III/ 2018 beroperasi,” ujarnya usai menghadiri acara peluncuran produk baru Evercoss di Hongkong Cafe, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

 Di lahan pabrik Evercoss yang saat ini sudah beroperasi, kata Suryadi, terdapat tiga kavling lahan dengan dua kavling yang belum terbangun.

Saat ini, kapasitas produksi Evercoss adalah 100.000 unit per bulan. Setelah pabrik baru yang berada bersebelahan itu beroperasi, kapasitas produksinya Evercoss naik 50% atau menjadi 150.000 unit per bulan. Untuk membangun pabrik tersebut, pihaknya mengeluarkan investasi sebesar Rp800 miliar.

Dia berharap pabrik tersebut bisa berkontribusi mengingat penjualan ponsel pintar tahun ini akan tumbuh sebesar 8%. Selain itu, melalui inovasi yakni membawa fitur ponsel premium untuk kelas low-end dan menjamah saluran-saluran distribusi, dia optimistis porsi pasar yang dikuasai Evercoss bisa naik dari tahun lalu yakni 4% ke 6% pada tahun 2018.

Rencananya, setiap kuartalnya akan terdapat dua ponsel baru dari Evercoss yang fokus menyasar pasar ponsel dengan harga di bawah Rp1,5 juta per unit. Dengan demikian, pada tahun ini totalnya terdapat delapan ponsel baru yang dirilis. Angka ini lebih besar dari tahun lalu dengan empat ponsel baru yang dikeluarkan Evercoss.

Kendati tren fitur ponsel kerap didefinisikan ponsel kelas premium, dia menyebut masih terdapat ceruk pasar yang belum tergarap untuk segmen di bawah Rp1,5 juta. Terlebih, dia menyebut masih terdapat pengguna ponsel yang bertahan menggunakan jaringan 2G. Dari hasil survei Penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi 2017 sekitar 53,85% masyarakat menggunakan ponsel 2G.

 ihaknya pun melakukan kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memproduksi ponsel 4G di bawah Rp1 juta. Namun, dia enggan menyebutkan perusahaan mana yang nantinya dilibatkan. Pastinya, ponsel 4G murah itu bakal masuk ke pasar pada April tahun ini.        

 “Pasar yang di bawah Rp1,5 juta ini ada dan kita fokus di situ. Kita juga mau keluarin yang kerja sama dengan operator untuk bantu migrasi dari 2G ke 4G,” katanya.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top