Kementerian Kesehatan Dorong Industri Farmasi Bentuk Perusahaan Patungan

Pembentukan perusahaan patungan dengan investor strategis dari berbagai belahan dunia diyakini akan mempercepat kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan Indonesia.
Anggara Pernando | 27 Februari 2018 18:26 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (keempat kiri), Menkes Nila F Moeloek (kiri) dan Direktur RS Pusat Pertamina Abdul Haris Tri Prasetyo ketika melakukan blusukan meninjau pelayanan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Pembentukan perusahaan patungan dengan investor strategis dari berbagai belahan dunia diyakini akan mempercepat kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan Indonesia. 

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan saat ini Indonesia memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional. Program nasional ini telah menberi perlindungan bagi 193,1 juta jiwa. Kebutuhan obat dalam jumlah besar menjadi keharusan dan tanggung jawab pemerintah agar selalu tersedia. 

"Untuk itu diperlukan industri yang kuat selaku produsen penyediaan obat. Saat ini kebutuhan [obat di dalam negeri sebagian besar] masih dipenuhi dari impor," kata Nila di sela peresmian pabrik biosimilar milik PT Kalbe Farma Tbk. di Cikarang, Selasa (27/2/2018). 

Nila mengatakan pihaknya mendorong perusahaan farmasi untuk berinvestasi pada sisi hulu yakni pabrik bahan baku baik jenis obat kimia, herbal maupun obat-oabatan bioteknologi. 

"Kami ingatkan kita punya bahan tanaman obat yang dapat di tingkatkan [menjadi bahan baku obat], tetapi upaya Kalbe  melakukan tranformasi dari biasanya bahan [baku obat secara] kimia menjadi biologi [bioteknologi], ini kemajuan teknologi yang luar biasa," katanya. 

Saat ini sejumlah kolaborasi perusahaan farmasi dan investor internasional melalui perusahaan patungan semakin banyak terbentuk. Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan realisasi investasi, terutama di pabrikan bahan baku. 

Beberapa kemitraan perusahaan patungan yang telah beroperasi di sektor farmasi di antaranya adalah kerja sama pabrikan dalam negeri dengan China untuk mengembangkan pabrik biosimilar dan antivirus. Selain itu, terdapat empat investasi baru yang menggandeng China.

Kerja sama juga dilakukan oleh tiga perusahaan farmasi nasional dengan Korea Selatan dalam memproduksi obat-obat injeksi. Selain itu, di barisan investor juga terdapat Jerman untuk infus, India untuk pengembangan biosimilar hingga antiracun. Sementara itu, kerja sama dengan Yordania telah menghasilkan produk benang jahit farmasi.

Tag : farmasi
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top