Humpuss Buka Program Pascasarjana di September

Humpuss Trilogi Maritime Training Center berencana membuka program pascasarjana di bidang kepelabuhan pada September 2017. Program ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelabuhan yang dinilai masih minim.
Rivki Maulana | 27 Februari 2018 15:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Humpuss Trilogi Maritime Training Center berencana membuka program pascasarjana di bidang kepelabuhan pada September 2017.

Program ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelabuhan yang dinilai masih minim.

Lisda Y. Satria, Direktur Humpuss Trilogi mengatakan, semula program pascasarjana akan dibuka pada Maret 2018. Namun, pembukaan kelas diundur hingga September karena persiapan pembukaan program belum rampung hingga Februari 2018.

"Untuk pilot project, satu kelas idealnya 20 orang. Saat ini kami juga masih cari market-nya yang ternyata memang tidak mudah," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (27/2/2018).

Lisda menerangkan, Humpuss Trilogi menggandeng STC Rotterdam dan Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) dalam program pascasarjana. Program bakal berlangsung empat semester atau dua tahun. Beberapa modul berasal dari STC Rotterdam, antara lain terkait kepelabuhan dan hukum maritim.

Sementara itu, modul dari IPMI mencakup aspek manajemen dan keuangan. Untuk menggelar program pascasarjana, Humpuss Trilogi membanderol biaya pendidikan sebesar Rp160 miliar untuk setiap mahasiswa yang ikut dalam program tersebut.

Menurut Lisda, program pascasarjana yang akan dibuka menyasar kalangan praktisi di bidang kepelabuhanan, baik kalangan operator maupun regulator.

Di samping itu, Humpuss Trilogi juga menyasar para pejabat kepabeanan dan juga pejabat pemerintah daerah yang memiliki fasilitas pelabuhan.

Dinamika kepelabuhan masa kini diniilai membutuhkan keterampilan dan keahlian yang makin spesifik. Oleh karena itu, Lisda menyebut para pemangku kepentingan yang berkaitan langsung dengan kepelabuhan perlu meningkatkan kompetensinya.

Lisda menekankan, derap pembangunan infrastruktur maritim sepatutnya juga diimbangin dengan pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dalam periode 215-2019, Kemenhub berencana membangun dan mengembangkan 306 pelabuhan yang mana realisasi hingga 2017 mencapai 106 pelabuhan.

"SDM sama pentingnya dengan infrastruktur fisik. Jadi kami ingin support pemerintah dalam hal SDM," tukasnya.

Tag : humpuss
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top