12 Lembaga Dorong Produktivitas Sawit

Sejumlah kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang pengawasan dan advokasi komoditas sawit mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk mendorong kebijakan industri kelapa sawit di Indonesia yang berfokus pada peningkatan produktivitas
Pandu Gumilar | 27 Februari 2018 11:39 WIB
Kelapa sawit. - Bloomberg/Taylor Weidman

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang pengawasan dan advokasi komoditas sawit mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk mendorong kebijakan industri kelapa sawit di Indonesia yang berfokus pada peningkatan produktivitas.

Lembaga-lembaga tersebut antara lain adalah Madani, Kaoem Telapak, Kemitraan, ELSAM, KEHATI, SPKS, Sawit Watch, ICEL, WRI, Greenpeace, FWI, dan Tuk Indonesia.

Beberapa lembaga tersebut berharap Rancangan Instruksi Presiden tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit dan Peningkatan Produktivitas yang akan dikeluarkan dapat menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit meskipun tidak ada penambahan lahan.

Direktur Eksekutif Madani, Teguh Surya mengatakan evaluasi perizinan harus dilakukan dengan cara yang lebih transparan, peduli pada penyelamatan lingkungan hidup dan hak asasi manusia.

Menurutnya, pemerintah harus bisa membangun perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat bukan kelompok tertentu saja.

Teguh menambahkan pentingnya komitmen pemerintah untuk membentuk tim kerja yang transparan dan terbuka dalam mengevaluasi perizinan perkebunan kelapa sawit.

Sebagai catatan, tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan di sektor kelapa sawit turun dari 70,6% tahun 2011 menjadi 46,3% tahun 2015. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak Perorangan turun dari 42,3% tahun 2011 menjadi 6,3% tahun 2015.

Selain itu, masih terdapat lebih dari 3 juta hektare izin Hak Guna Usaha (HGU) yang tumpang tindih pada 2016.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam keterangan resmi menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendiskusikan hal tersebut.

Dia pun berharap pemerintah dengan kebijakan baru produktivitas kelapa sawit dapat meningkatkan sekalipun tidak ada penambahan lahan. Kebijakan tersebut mendorong produktivitas perkebunan sawit Indonesia mencapai 8 ton hektare per tahun.

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top