Era Disrupsi Teknologi, Pemasar Perlu Gunakan Strategi Omnichanel

Bisnis.com, JAKARTA-- Disrupsi teknologi di era revolusi keempat ini membuat para ahli pemasaran harus lebih kreatif dalam memasarkan dan membentuk citra produknya di masyarakat.
Deandra Syarizka | 28 Februari 2018 06:30 WIB
Bisnis.com,JAKARTA-- Disrupsi teknologi di era revolusi keempat ini membuat para ahli pemasaran harus lebih kreatif dalam memasarkan dan membentuk citra produknya di masyarakat.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menilai saat ini era pemasaran memerlukan cara omnichannel, yang menyinergikan antara online dan offline. Salah satu tandanya dia menyebut saat ini meskipun banyak peritel yang menutup tokonya, namun perusahaan berbasis digital seperti Alibaba asal China dan Amazon di Amerika Serikat justru mulai merambah ritel.

"Di zaman now ini brand harus mengintegrasikan kanal baik itu online maupun offline. Itulah The Omni Way, " ujarnya saat konferensi pers Wow Brand Festive Day, Selasa (27/02).

Dia mengatakan para ahli pemasaran saat ini harus memahami karakter generasi milenial ketika menerapkan strategi branding. Pasalnya dia menganggap kini generasi yang lebih tua pun seperti generasi baby boomers juga terinspirasi oleh selera generasi milenial.

"Jadi meskipun pasar brandingnya bukan generasi milenial, tetapi cara brandingnya tetap harus menyesuaikan dengan karakter milenial, karena generasi lebih tua yang memiliki kapital juga terpengaruh oleh selera anak zaman now, " ujarnya.

Sejalan dengan itu, dia menjelaskan penyelenggaraan Wow Brand Festive Day pada 8 Maret 2018 yang mendatang dapat menjadi sarana yang tepat untuk mempertemukan para pemasar dalam bertukar pemikiran dan pengalaman dalam memasarkan produk melalui omnichannel.

Dikemas dengan dekorasi bertema Game of Thrones, acara ini akan menghadirkan Profesor Salvador Lopez, profesor asal Esade Business School Barcelona yang terkenal karena kepiawaiannya menyampaikan materi pemasaran sambil bermain gitar listrik.

Selain Wow Brand Festive Day, MarkPlus juga mengadakan Indonesia Marketeers Festival yang menggunakan format roadshow di total 17 kota seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya. Acara ini diharapkan juga dapat menjadi ajang para pemasar untuk meningkatkan brand awareness produknya di tengah masyarakat.

VP of Business Development JNE Agusnus Widodo mengaku perkembangan pesat bisnis online membuat jasa pengiriman barang oleh JNE berhasil tumbuh 30% pada tahun lalu.

Guna mengakomodir meningkatnya permintaan jasa dari tahun ke tahun, pihaknya juga tengah bersiap untuk meningkatkan proses automasi dalam proses pengiriman barang.

"Sekarang 24 jam server kita tidak mati. Kita juga sedang meningkatkan automasi, harapannya pada 2019 sebanyak 48.000 sampai 60.000 data barang bisa kita input per jam, dari saat ini yang sekitar 12.000 per jam, " jelasnya.

Citra Wikastri, VP of Marketing Garuda Indonesia mengatakan pada tahun ini pihaknya mengambil tema "Bringing Indonesian Hospitality to The World" untuk strategi brandingnya.

"Selain terus melakukan branding mengenai The World Best Cabin Crew, kami juga berinovasi dengan menciptakan Garuda Shop bagi para penumpang, " jelasnya

Dia meyakini, kolaborasi antar dua atau lebih brand yang kuat akan membuat proses pemasaran berjalan lebih efektif ketimbang berjalan sendiri.

"Tidak bisa branding bekerja sendiri. Karena itulah kami ingin terlibat di Wow Brand Festive Day, " jelasnya.

Tag : pemasaran
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top