EKSPOR BIODIESEL CPO, Aprobi: Penjajakan Negara Baru Tujuan Ekspor Butuh Waktu

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menilai penjajakan negara baru untuk pengembangan eskpor tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang. Pasalnya dibutuhkan dukungan dari departemen terkait di negara tujuan.
Rayful Mudassir | 28 Februari 2018 17:35 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menilai penjajakan negara baru untuk pengembangan eskpor tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang. Pasalnya dibutuhkan dukungan dari departemen terkait di negara tujuan.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan pasar baru untuk eskpor biodiesel membutuhkan waktu panjang. Dibutuhkan dukungan dari kementerian energi dan lingkungan hidup setempat, serta persetujuan dari pabrik otomotifnya.

“Kita sedang berusaha membuka pasar baru untuk biodiesel. Untuk itu semua kemungkinan negara di jajaki,” kata Paulus kepada Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Saat ini dirinya mengaku sedang berada di Brussel, Belgia untuk membuka kembali pasar Uni Eropa untuk ekspor biodiesel. Untuk diketahui organisasi perdagangan dunia (WTO) awal tahun ini baru saja memenangkan Indonesia dan mencabut pengenaan bea masuk anti-dumping yang dilakukan UE. Sehingga Aprobi sedang melakukan langkah-langkah membuka pasar tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri menuturkan eksportir dapat mengintensifkan perdagangan ke sejumlah negara yang telah menerima biodiesel Indonesia.

"Intensifikasi ekspor juga dapat dilakukan ke negara tujuan ekspor alternatif, terutama pasar non tradisional," katanya kepada Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Ekspor biodiesel Indonesia ke dunia mencapai 286,5% atau meningkat 54,7% secara year-on-year (yoy) pada 2016.

Negara tujuan ekspor terbesar saat itu adalah AS dengan nilai ekspor mencapai US$255,6 juta atau naik 73,9% secara tahunan. Jumlah itu juga setara dengan porsi sebanyak 89,2% dari total ekspor.

Namun, pada 2017, ekspor biodiesel Indonesia ke dunia mengalami penurunan sebesar 57% menjadi US$123,3 juta atau. Penurunan ini disebabkan karena ekspor ke AS terhenti.

Meski demikian, masih ada negara-negara tujuan ekspor lainnya yang konsisten menerima biodiesel Indonesia seperti Spanyol, Italia, Malaysia, dan Korea Selatan (Korsel). Tahun lalu, porsi ekspor ke negara-negara tersebut masing-masing 78,3%, 16,4%, 4,9%, dan 0,4%.

 

Tag : biodiesel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top