Gandeng Badan POM, Kemenperin Bertekad Percepat Izin Edar

Kementerian Perindustrian berupaya mempercepat proses pemberian izin edar terhadap produk industri dengan menandatangani kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Annisa Sulistyo Rini | 28 Februari 2018 16:58 WIB
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian berupaya mempercepat proses pemberian izin edar terhadap produk industri dengan menandatangani kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kemenperin, mengatakan selama ini penyelesaian izin edar yang lama menjadi kendala bagi industri, khususnya untuk segmen IKM. Produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik harus memiliki izin edar untuk bisa dijual ke masyarakat.

“Dengan MoU ini, kami harapkan proses pemberian izin edar, terutama untuk IKM bisa lebih cepat. Kami sudah membina industri untuk berproduksi dengan baik, tetapi kalau tidak punya izin edar bisa gulung tikar kalau ketemu satgas,” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Selama ini, lama proses pemberian izin edar produk-produk industri bervariasi. Gati menuturkan Kemenperin akan memberikan bantuan sebelum pengajuan ke BPOM dengan memeriksa berkas-berkas persyaratan untuk mendapatkan izin edar. Dengan demikian, berkas yang masuk ke BPOM telah lengkap dan mempercepat proses pemberian izin.

Selain percepatan izin edar, Gati juga menyebutkan Kemenperin akan memperluas bantuan dana bagi IKM untuk mengurus izin tersebut. Pada tahun ini, ada tambahan sekitar 150 IKM yang akan mendapatkan bantuan dana untuk mendapatkan izin edar.

“BPOM juga sudah banyak memberikan diskon, kami dari dulu sudah ada dan kami berikan untuk lebih banyak IKM karena 50%-nya berupa industri makanan. Selain itu, kami juga akan banyak berikan ke IKM kosmetik dan jamu,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K. Lukito menuturkan sinergi antar lembaga menjadi salah satu fokus BPIM dalam menjalankan peran dan tugas dalam pengawasan obat dan makanan.  Pada tahun ini, BPOM menginisiasi sebuah program untuk pengembangan dan pembinaan IKM bersama dengan 8 kementerian dan lembaga negara.

“Hal tersebut untuk mewujudkan IKM yang berdaya saing di level internasional dan membangun kemandirian ekonomi Indonesia sesuai dengan poin ketiga dan keenam Nawacita,” kata Penny.

 

Tag : industri
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top