Bangun Pabrik, Yangtze Optics Indonesia Pasok Kabel Optik Hingga 2 Juta Kilometer

Perusahaan patungan antara Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) dari China dan perusahaan nasional PT Fiber Optik Teknologi Indonesia (FOTI) akan mulai menyuplai kabel optik hingga 2 juta kilometer ke pasar dalam negeri.
Anggara Pernando | 28 Februari 2018 18:07 WIB
Petugas melakukan penyambungan kabel fiber optik Indihome dengan menggunakan alat 'splicer' di Desa Seuneubok Teungoh, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Senin (11/12). - ANTARA/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, KARAWANG—Perusahaan patungan antara Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) dari China  dan perusahaan nasional PT Fiber Optik Teknologi Indonesia (FOTI) akan mulai menyuplai kabel optik hingga 2 juta kilometer ke pasar dalam negeri. 

Suplai ini ditandai dengan peresmian PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Rabu (28/2/2018). 

YOFC (Yangtze Optical Fibre and Cable) merupakan salah satu penyuplai di sektor optical preform, optical fiber, dan optical cable di dunia. Adapun FOTI adalah perusahaan lokal yang memiliki misi untuk meningkatkan dan memajukan industri optik berbasis teknologi di Indonesia. 

Perusahaan patungan ini merupakan ekspansi lanjutan. Sebelumnya YOFC telah membangun pabrik fiber optik dengan kapasitas 3 juta kilometer/tahun. Dalam investasi tahap pertama ini YOFC menjadi investor tunggal dengan investasi US$30 juta dolar.

Adapun dalam pembangunan kabel serat optik, YOFC dan FOTI berbagi kepemilikan 70%:30%. Pabrik kedua ini menelan investasi sebesar US$22 juta atau sekitar Rp300 miliar. 

Chairman of Board of YOFC MA Jie mengatakan pihaknya berharap dapat berperan dalam rencana besar Indonesia membangun jaringan akses Internet pita lebar. Dari kebutuhan kabel fiber optik di Indonesia yang mencapai 5 juta kilometer setiap tahun, pabrik baru ini diharapkan dapat berkontribusi hingga 40% atau setara 2 juta kilometer. 

"Kami optimis JV ini memiliki peluang besar," katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Komisaris FOTI Johnny Liando mengatakan investasi dalam pabrik kabel optik ini merupakan lompatan dalam bisnis perusahaan. Sebelumnya pihaknya lebih banyak bergerak dalam bisnis impor fiber optik sebelum akhirnya memutuskan membangun pabrik di Karawang. 

Dia mengatakan pabrik baru ini menunjukan komitmen tinggi dari para pemegang saham. Pasalnya pabrik rampung dalam 8 bulan setelah kesepahaman disepakati. 

 

Tag : kabel optik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top