Pabrik Baru Kabel Fiber Optik Beroperasi, Impor Terpangkas US$500 Juta

Kehadiran pabrik kabel serat optik baru yakni PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) di Karawang dapat menekan impor hingga US$500 juta.
Anggara Pernando | 28 Februari 2018 18:48 WIB
Fasilitas produksi di PT Yangtze Optics Indonesia

Bisnis.com, KARAWANG—Kehadiran pabrik kabel serat optik baru yakni PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) di Karawang dapat menekan impor hingga US$500 juta. 

Keyakinan ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela-sela  peresmian pabrik di Kawasan Suryacipta Industrial Karawang, Rabu (28/2/2018).

Airlangga menyatakan kehadiran pabrik kabel fiber optik ini akan memperkuat sektor telekomunikasi. Apalagi kebutuhan 9 juta kilometer kabel optik saat ini masih mengandalkan impor. 

"Kami mengapresiasi kehadiran pabrik baru ini. Ini menunjukkan Indonesia tidak hanya dijadikan pasar tapi juga basis produksi," kata Airlangga. 

Apalagi pabrik baru ini rampung dalam 8 bulan dan memiliki kapasitas kabel fiber optik hingga 2 juta kilometer per tahun. Kapasitas ini melengkapi investasi sebelumnya berupa pabrik kabel serat optik dengan kapasitas 3 kilometer pertahun. 

"Ini membuat YOI sebagai perusahaan kabel serat optik terbesar di Indonesia," katanya. 

Airlangga menambahkan saat ini untuk memperkuat industri dalam negeri sejumlah fasilitas telah diberikan kepada investor. Kemudahan ini meliputi tax holiday hingga tax allowance. Pemerintah juga memberi kemudahan mendatangkan bahan baku dengan memberikan insentif bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP). 

Proyek pemerintah berupa pembangunan Palapa Ring diyakini menjadi pemacu investor memperkuat kapasitas produksi kabel fiber optik di Indonesia. Palapa Ring merupakan proyek untuk menghubungkan seluruh kota dan kabupaten Indonesia melalui akses Internet berkecepatan tinggi yang menggunakan serat kabel optik. 

“Proyek ini akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer," kata Airlangga.

Di samping itu, produksi kabel serat optik juga bisa menjadi tulang punggung dalam menopang implementasi sistem revolusi industri keempat atau Industry 4.0. “Apalagi sekarang era Internet of Things,” ujarnya. Sejumlah industri tengah bertransformasi untuk memanfaatkan teknologi digital dan Internet dalam proses produksi agar terintegrasi.

 

 

Tag : kabel optik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top