PLN Siap Operasikan Mesin Pembangkit 17 MW di Melak, Kutai Barat

Masyarakat Melak, Kutai Barat akan segera mendapat tambahan pasokan daya listrik melalui pembangkit bermesin diesel (PLTD) dengan total kapasitas 17 megawatt. Sebanyak 17 mesin sudah terpasang dan sebagian sudah beroperasi.
Denis Riantiza Meilanova | 28 Februari 2018 11:39 WIB
Jaringan listrik PLN. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Masyarakat Melak, Kutai Barat akan segera mendapat tambahan pasokan daya listrik melalui pembangkit bermesin diesel (PLTD)  dengan total kapasitas 17 megawatt. Sebanyak 17 mesin sudah terpasang dan sebagian sudah beroperasi.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur Dan Utara Riza Novianto Gustam mengatakan pemasangan mesin pembangkit baru ini merupakan komitmen PLN  memperkuat sistem kelistrikan di daerah terpencil.

"Tambahan mesin pembangkit ini tentunya akan meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan di Melak. Dengan adanya tambahan daya kami estimasikan dapat melayani pelanggan baru hingga 10.000 pelanggan disini [Melak]," ujar Riza dalam keterangan persnya, Rabu (28/2/2018).

Dari 17 mesin tersebut, Riza menjelaskan bahwa saat ini delapan unit diantaranya sudah beroperasi dan sinkron dengan sistem kelistrikan di sana.

“Mulai pertengahan Februari pembangkit baru ini sudah sinkron dengan sistem. Saat ini delapan sudah beroperasi, sementara sembilan sisanya sedang dalam proses perakitan. Kami siapkan instalasi panel, kabel juga instalasi pipa BBM-nya. Kami berharap dalam 1 bulan kedepan, sudah bisa operasi maksimal,” kata Riza.

Berjalan dengan skema isolated, sistem kelistrikan Melak memiliki daya mampu sebesaalr 19,2 MW dengan beban puncak berkisar 11.5 MW. Melayani sejumlah 30.000 pelanggan disana, pasokan listrik Melak selama ini disuplai oleh PLTD Sendawar yang berlokasi di Desa Sendawar, Kutai Barat. Dengan bertambahnya tujuh belas unit mesin baru, sistem Melak dipastikan memiliki daya yang cukup.

Riza melanjutkan setelah 17 mesin tersebut beroperasi pihaknya akan memindahkan mesin PLTD eksisting di sana ke daerah lain yang masih membutuhkan pasokan daya tambahan.

“Ada 1 unit mesin milik Pemerintah Daerah dengan total daya 500 kW, rencananya akan kami relokasi ke Long Iram untuk menambah jam operasi disana menjadi 24 jam. Begitu juga dengan mesin PLTD milik PLN lainnya, dua unit kapasitas 2 x 500 kW akan kami siagakan di Samarinda sebagai genset bergerak, dan unit lainnya akan kita pindahkan ke daerah-daerah yang masih memerlukan tambahan pasokan listrik”, lanjut Riza.

Seperti halnya pengerjaan proyek di lokasi terpencil lainnya, Riza menuturkan bahwa tantangan dalam penyelesaian  proyek listrik di daerah terpencil adalah medan yang cukup berat.

Adapun ke 17 mesin ini dikirim lewat jalur laut, berpindah melewati jalur sungai untuk bersandar di dermaga pelabuhan Melak, hingga akhirnya diangkut dengan jalur darat untuk diletakkan di PLTD Sendawar.

"Sejalan dengan komitmen kami untuk melistriki sampai ke ujung nusantara, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia, Kalimantan khususnya. PLN terus berbenah dan berkomitmen untuk mewujudkan Kalimantan benderang. Mohon dukungan dari seluruh pihak agar workplan dan proyek-proyek pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan senantiasa berjalan lancar."

Tag : PLN
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top