HARGA BATU BARA MELONJAK, Laba PLN 2017 Hanya Rp4 Triliun

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan melambungnya harga batu bara membuat laba perseroan tahun lalu tergerus menjadi Rp4 triliun
Denis Riantiza Meilanova | 28 Februari 2018 21:42 WIB
Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir berada di lobi seusai pertemuan dengan perwakilan KPK, di gedung KPK Jakarta, Senin (18/12). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan melambungnya harga batu bara membuat laba perseroan tahun lalu tergerus menjadi Rp4 triliun.

Dia mengatakan kondisi tingginya harga batu bara di tengah tidak adanya penyesuaian tarif listrik hingga akhir tahun lalu membuat PLN kehilangan potensi keuntungan hingga mencapai Rp20 triliun.

"Karena harga batu bara, labanya tinggal Rp3-Rp4 triliun. Kan kasihan PLN," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah dapat segera menetapkan pengaturan harga batu bara domestic market obligation (DMO) untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU dengan harga skema harga tetap yang terjangkau bagi PLN, yakni berkisar US$60-US$70 per ton.

Bila harga tersebut ditetapkan, dia memperkirakan laba PLN dapat kembali meningkat mencapai Rp10 triliun-Rp15 triliun tahun ini. Laba tersebut, kata dia, akan dipergunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di Indonesia, yakni antara lain untuk melistriki daerah-daerah terpencil, membangun jaringan transmisi, jaringan distribusi, dan pembangkit.

Pada tahun ini, untuk membangun infrastruktur kelistrikan PLN mengalokasikan investasi senilai Rp100 triliun.

"Total Rp16 triliun di tahun ini untuk melistriki daerah terpencil. Belum untuk equity, belum transmisi, belum untuk pembangkit peaker dan diesel,"kata Sofyan.

Dia berujar tertekannya laba perseroan membuat pihaknya cukup kesulitan melakukan investasi untuk membangun infrastruktur kelistrikan di Indonesia.

Tag : pln
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top