PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: Golden Agri Pacu Program Ketertelusuran

Golden Agri-Resources (GAR) berhasil melakukan program ketertelusuran hingga ke perkebunan (Traceability To the Plantation) pada seluruh 44 pabrik GAR.
Pandu Gumilar | 28 Februari 2018 16:33 WIB
Ilustrasi kelapa sawit - Reuters/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA – Golden Agri-Resources (GAR) berhasil melakukan program ketertelusuran hingga ke perkebunan (Traceability To the Plantation) pada seluruh 44 pabrik GAR.

Penelusuran juga mencakup tandan buah segar (TBS) yang dibeli dari pedagang dan petani mandiri maupun yang berasal dari perkebunan milik GAR dan petani plasma. Berkat capaian tersebut GAR dapat menjangkau lebih dari 70 pedagang, 11.000 petani swadaya dan lahan seluas lebih dari 44.000 hektare.

Alhasil, 39% dari produksi total minyak kelapa sawit GAR bisa ditelusuri sepenuhnya.

Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR Agus Purnomo mengatakan kemamputelusuran berarti GAR dapat menjamin sumber bahan baku kami, sekaligus pengupayaan yang melibatkan para pemasok agar menuju perubahan yang lebih baik.

”Sebelum kami dapat membantu mereka mengubah bisnis mereka dan bergabung bersama kami untuk membangun industri kelapa sawit yang lebih bertanggung jawab dan tahan banting ini, pertama-tama kami harus mengetahui latar belakang mereka,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (27/2/2018).

GAR pun bekerjasama dengan 427 pemasok independen untuk memetakan rantai pasokan mereka dan berupaya mencapai 100% ketertelusuran hingga ke perkebunan di akhir 2020. GAR berusaha mengaplikasikan keberhasilan yang berhasil mereka capai ke pihak lain.

CEO GAR Franky Oesman Widjaja mengatakan langkah ini merupakan upaya yang ambisius dalam industri komoditas kelapa sawit. Oleh karena berusaha menelusuri lebih dari 7 juta ton kelapa sawit ke segala lini, mulai dari pabrik pengolahan sampai dengan perkebunan.

“Setelah kami mencapai 100% kemamputelusuran hingga ke pabrik di tahun 2015, kami memulai sejumlah upaya yang dinilai ambisius untuk industri ini – yaitu menelusuri lebih dari tujuh juta ton kelapa sawit melalui 471 pabrik pengolahan hingga ke perkebunan tempat ditumbuhkannya buah kelapa sawit tersebut,” katanya.

Franky optimistis dengan melibatkan ribuan petani dan pemasok independen dan dukungan para mitra, GAR dapat merealisasikan proyek tersebut pada 2020.

GAR bermaksud agar pemasok independen melaksanakan proses penelusuran dan proses verifikasi. Selain itu, memastikan kepatuhan pemasok independen terhadap di Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR atau GAR Social and Environmental Policy (GSEP).

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top