Penjualan Pakan Udang 2017 Turun 23%

Data penjualan pakan tahun lalu mengonfirmasi data produksi udang yang direkam Shrimp Club Indonesia (SCI) sebanyak 390.000 ton pada 2017.
Sri Mas Sari | 28 Februari 2018 19:39 WIB
Pekerja memanen udang Vannamei di Tambak tradisional, Kab Barru, Makassar. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Data penjualan pakan tahun lalu mengonfirmasi data produksi udang yang direkam Shrimp Club Indonesia (SCI) sebanyak 390.000 ton pada 2017.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), volume penjualan pakan udang tahun lalu 293.187 ton, jatuh hampir 23% dari tahun sebelumnya.

Ketua Divisi Akuakultur GPMT Haris Muhtadi mengatakan konsumsi pakan tahun lalu terpengaruh wabah penyakit bercak putih atau white spot syndrome virus (WSSV) yang terjadi di beberapa sentra produksi udang, seperti Makassar.

Penurunan juga terjadi akibat ketidakaktifan sebagian tambak udang plasma yang dilepas oleh anak perusahaan PT Central Proteina Prima Tbk. (CP Prima).

"Dengan mengasumsikan FCR 1 [feed convertion ratio, setiap pemberian pakan 1 kg akan menghasilkan udang 1 kg], kita sudah bisa membayangkan [produksi] udangnya berapa," kata Haris dalam Outlook Perikanan Budidaya 2018, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan produksi udang nasional tahun lalu 555.138 ton berdasarkan angka sangat sementara Januari-Oktober 2017.

Sementara itu, dalam outlook-nya, GPMT memperkirakan konsumsi pakan udang 2018 hanya 385.000 ton, jauh lebih rendah dari estimasi awal yang sebanyak 487.833 ton. Haris menjelaskan konsumsi yang lemah terlihat dalam dua bulan pertama tahun ini sehingga GPMT mengoreksi signifikan estimasi awal.

"Penyebabnya tetap, penyakit masih outbreak [menyebar]," katanya.

Ekspansi, lanjutnya, memang berjalan, tetapi tidak bisa secepat yang diharapkan. Menurut dia, ada dua pabrik pakan baru hasil investasi asing yang sudah berjalan.

Tag : udang
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top