Soal Beda Data Produksi Udang, KKP: Kami Himpun Produksi Seluruh Pembudidaya

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan data produksi perikanan yang dihimpun pemerintah mewakili seluruh pembudi daya sehingga lebih tinggi ketimbang yang direkam asosiasi pelaku usaha.
Sri Mas Sari | 28 Februari 2018 20:10 WIB
Udang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan data produksi perikanan yang dihimpun pemerintah mewakili seluruh pembudi daya sehingga lebih tinggi ketimbang yang direkam asosiasi pelaku usaha.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan data produksi udang yang dicatat pihaknya merepresentasikan seluruh pemangku kepentingan budi daya udang, baik petambak tradisional, semiintensif, maupun semiintensif.

Pernyataan Slamet itu merespons perbedaan data antara KKP dengan Shrimp Club Indonesia (SCI). Produksi udang 2017 menurut KKP 555.138 ton, sedangkan menurut SCI hanya 390.000 ton.

"Mereka kan lebih pada asosiasinya. Wong petambak intensif saja belum semuanya masuk SCI," ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Demikian pula terhadap data pakan ikan menurut Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Slamet menuturkan konsumsi pakan ikan 2018 yang diperkirakan flat alias relatif sama dengan tahun lalu terjadi karena substitusi pakan komersial oleh pakan mandiri. Pakan mandiri merupakan program produksi pakan oleh masyarakat yang digalakkan pemerintah. KKP memberikan bantuan mesin dan bahan baku dalam program itu.

GPMT memperkirakan pertumbuhan permintaan pakan ikan tahun ini relatif stagnan dengan kenaikan maksimal 2%-3% setelah tahun lalu turun 4,1% menjadi 1,3 juta ton.

"Pakan mandiri atau masyarakat me-reduce pakan [komersial] begitu luar biasanya. Ada pakan sosis, tidak terdata. Ada pakan roti sisa. Itu kan tidak masuk ke dalam perhitungan mereka. Kalau saya kan total semuanya," jelasnya.

Tag : udang
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top