Genjot Registrasi Kartu Prabayar, Telkomsel Sediakan Hadiah Paket Internet dan Mobil

PT Telekomunikasi Seluler, menggenjot registrasi ulang kartu prabayar melalui sejumlah promosi mulai dari paket internet murah hingga hadiah mobil.
Duwi Setiya Ariyanti | 01 Maret 2018 07:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Telekomunikasi Seluler, menggenjot registrasi ulang kartu prabayar melalui sejumlah promosi mulai dari paket internet murah hingga hadiah mobil.

Manager Media Relations Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan pihaknya memang mengeluarkan cara untuk mendorong pelanggannya melakukan registrasi. Adapun, bagi pelanggan di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan, Telkomsel bahkan menawarkan satu unit Toyota Agya sebagai hadiah bagi pelanggan yang melakukan daftar ulang.

Promosi lainnya yakni paket data bagi yang belum melakukan registrasi dan sudah melakukan registrasi. Bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi, keuntungan lebih bisa diperoleh mulai dari 100 MB melalui isi ulang Rp20.000. Kemudian, paket data hingga 1 GB bisa diperoleh dengan isi ulang mulai dari Rp100.000.

Di sisi lain, untuk para konsumen yang telah melakukan registrasi, promo lebih besar yakni mendapat kuota data sebesar 200 MB untuk masa aktif kurang dari setahun dan 500 MB untuk masa aktif lebih dari setahun hanya dengan isi ulang Rp20.000. Kuota internet yang diberikan pun maksimum menyentuh 5 GB untuk isi ulang pulsa mulai dari Rp100.000.

“Kita kasih gimmick sih untuk mendorong registrasi. Sepertinya sih bonusnya itu berlaku dari awal sampai akhir,”ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya, JP Morgan mengestimasikan, 85% dari nomor yang telah terdaftar merupakan jumlah pelanggan yang menyumbang terhadap pendapatan perusahaan operator telekomunikasi. Dengan angka tersebut, bisnis di bidang telekomunikasi bakal lebih menguntungkan karena nomor yang terdaftar mencerminkan jumlah konsumen sebenarnya.

Melalui registrasi kartu, menurunkan angka penurunan pelanggan atau churn rate, menurunkan biaya akuisisi konsumen sehingga mendorong perusahaan menaikkan keuntungan. Sebelumnya, JP Morgan menghitung Indosat mengeluarkan Rp34.000 dan XL mengeluarkan Rp16.000 untuk akuisisi satu konsumen. Biaya akuisisi konsumen lebih rendah pada penggunaan kartu perdana bahkan menyentuh Rp2.000. Oleh karena itu, masih terdapat peluang para pelaku usaha telekomunikasi mendapat tambahan konsumen dari detik-detik akhir registrasi kartu.

Di sisi lain, terdapat risiko dalam kompetisi mendapatkan pelanggan yang bermigrasi dari pengguna kartu perdana menjadi konsumen loyal. Pada XL misalnya, bisa mendorong pertumbuhan pendapatan yang didukung dari tambahan penguasaan pangsa pasar dari program registrasi kartu dan ekspansi konsumen di luar Jawa.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Giovanni Dustin mengatakan promosi dan diskon dari operator akan memainkan peranan yang sangat penting untuk menjaga porsi penguasaan pasar masing-masing. Menurutnya, hari terakhir registrasi akan digunakan untuk melakukan promosi agar bisa meraih tambahan porsi juga mempertahankan porsi pasar yang telah ada.

Seperti diketahui, sejak akhir Oktober 2017 hingga 28 Februari pemerintah memberlakukan kebijakan agar para pelanggan telekomunikasi meregistrasikan nomor yang digunakan menggunakan data kependudukan. Meskipun, sebenarnya, program registrasi kartu sudah dilakukan pemerintah sejak 2005.

“Ragam promosi dan diskon operator akan memainkan peranan penting dalam menjaga market share masing-masing operator. Ini sebabnya semua operator sangat agresif dalam promosi dan diskon menjelang berakhirnya registrasi,”ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (27/2/2018).

Kendati demikian, dia menuturkan langkah perusahaan melakukan perang promo di masa akhir registrasi kartu ini bisa berdampak pada pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA).

“Semua operator melakukan promosi dan diskon yang agresif, jadi ini bisa berdampak ke EBITDA,”katanya.

Perilaku konsumen yang memilih untuk berganti kartu perdana, katanya, sebenarnya merugikan operator. Pasalnya, operator mendapatkan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) yang lebih kecil dibandingkan bila pelanggan melakukan isi ulang.

Di sisi lain, bagi konsumen, penggunaan kartu perdana atau starter pack menawarkan keuntungan lebih. Sebagai contoh, dia menyebut dari sisi kuota data lebih tinggi dengan harga yang lebih murah dari pengisian ulang.

“ARPU (Average Revenue per User) pengguna starter pack jauh lebih rendah dibandingkan ARPU subscribers yg membeli paket reload.

Tag : telkomsel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top