Pameran Food, Hotel & Tourism Bali Siap Digelar

Pameran Food, Hotel & Tourism Bali 2018 (FHTBali 2018) kembali digelar pada 1 -3 Maret 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.
Agne Yasa | 01 Maret 2018 20:27 WIB
Ilustrasi. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pameran Food, Hotel & Tourism Bali 2018 (FHTBali 2018) kembali digelar pada 1 -3 Maret 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Menempati area seluas 11.203 sqm, pameran dagang di Indonesia Timur ini diikuti 709 perusahaan dari 39 negara atau wilayah.

"Ada banyak alasan mengapa Food, Hotel & Tourism Bali sangat kuat dan selalu dinanti," kata Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia, melalui keterangan resminya, Kamis (1/3/2018).

Wiwiek menambahkan salah satu alasannya adalah semakin banyaknya perusahaan yang mendaftar untuk memamerkan produknya setiap FHTBali diselenggarakan.

Menurutnya, hal ini karena perusahaan mengetahui bahwa pameran FHTBali menjadi lokasi yang tepat dijadikan bertemunya para professional di industri terkait yang bahkan datang dari beberapa wilayah di Indonesia seperti dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara hingga dari Nusa Tenggara Barat.

"Kami menjadikan Food, Hotel & Tourism Bali sebagai pilihan bagi para professional di industri ini untuk menemukan perjalanan dan pengalaman yang berkesan," katanya.

Selain itu, FHTBali 2018 menjadi tuan rumah bagi beberapa ajang kompetisi skala internasional.

Beberapa kompetisi tersebut diantaranya Indonesia Coffee Events (ICE), ajang kompetisi barista seluruh Indonesia yang nantinya berhak maju pada kejuaraan World Barista Championship (WBC). Kompetisi lainnya yang turut hadir yaitu Salon Culinaire 2018 dan Bali Sommelier 2018.

Pameran FHT Bali 2018 yang berlangsung dua tahun sekali ini mengalami peningkatan pengunjung internasional, tercatat pada pendaftaran awal angkanya meningkat 20% dibanding FHT Bali sebelumnya.

Pada kuartal pertama tahun 2017, Indonesia mencatat kenaikan pengunjung asing hampir 20% dari tahun sebelumnya, jika dibandingkan dengan tiga negara tetangganya di Singapura, Malaysia dan Thailand pada periode yang sama menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Pesona pulau dewata juga mampu menarik minat dan meningkatkan jumlah turis yang datang ke Bali pada 2017 yabg mencapai 5,67 juta atau sekitar 42% meningkat dari tahun sebelumnya berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali.

Industri makanan, minuman, perhotelan hingga pariwisata di Indonesia saat ini sangat difokuskan dari segi mutu dan kualitasnya. Pertumbuhan sampai kuartal tiga sebesar 9.46% (YoY), jauh diatas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami optimistis industri makanan dan minuman tahun ini bisa tumbuh di atas sebesar 8,4% persen pada 2018, "kata Adhi S. Lukman, ketua Asosiasi Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Pameran Food, Hotel & Tourism Bali 2018 yang sudah berlangsung untuk ke-11 kalinya ini, dinlai dapat dijadikan platform bagi perkembangan industri makanan, hotel dan pariwisata baik domestik dan internasional untuk memenuhi kebutuhan perkembangan dan selera pasar para pelaku bisnis.

Pameran FHT Bali yang digelar setiap dua tahun sekali ini juga terus meningkatkan kualitas dalam menampilkan jutaan produk maupun service, mulai dari makanan, minuman, peralatan dapur, hotel dan juga restoran.

 

Tag : makanan
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top