Telkomsel & Huawei Luncurkan Solusi CloudAIR 2.0

Telkomsel dan Huawei meluncurkan solusi CloudAIR 2.0 untuk meningkatkan efisiensi antarmuka dan memungkinkan operator lebih fleksibel membangun jaringan. Solusi ini juga menyediakan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Ema Sukarelawanto | 05 Maret 2018 15:10 WIB
Telkomsel dan Huawei secara resmi meluncurkan Solusi CloudAIR 2.0, dan menandatangani kerangka kerjasama untuk Joint Innovation Center (JIC 3.0) di Mobile World Congress 2018, Barcelona. - huawei.com

Bisnis.com, DENPASAR--Telkomsel dan Huawei meluncurkan solusi CloudAIR 2.0 untuk meningkatkan efisiensi antarmuka dan memungkinkan operator lebih fleksibel membangun jaringan. Solusi ini juga menyediakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel Edward Ying mengatakan CloudAIR 2.0 diluncurkan di ajang Mobile World Congress 2018 di Barcelona, Spanyol.

“Teknologi ini memungkinkan pembentukan ulang antarmuka udara serta efesiensi dalam hal pembagian berbagai sumber daya seperti spektrum, power, dan channel,” katanya, dalam keterangan resmi, Senin (5/3/2018).

Berdasarkan uji coba di jaringan Telkomsel, solusi ini telah meningkatkan pengalaman penggunaan mobile broadband secara signifikan. Modifikasi teknologi dalam hal spektrum telah mendongkrak kecepatan downlink LTE sebesar 116% dari 50 Mbps ke 108 Mbps.

Selain itu, modifikasi dalam hal channel telah memperbaiki jangkauan area outdoor hingga 21.4% serta peningkatan pengalaman pengguna dua hingga tiga kali lebih baik untuk penggunaan di area indoor.

Menurut Edward, Telkomsel berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi terdepan serta pembangunan jaringan broadband seluas-luasnya guna menghadirkan pengalaman digital yang mengesankan bagi pelanggan.

Solusi CloudAIR 2.0 telah membantu Telkomsel melakukan konvergensi berbagai jaringan broadband sehingga memaksimalkan kapasitas dan jangkauan, yang tentunya meningkatkan pengalaman pengguna.

“Kami akan melanjutkan proyek bersama dengan Huawei ini ke Joint Innovation Center (JIC3.0) dengan harapan mampu menghasilkan inovasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Chief Marketing Officer of Huawei Wireless Product Line Zhou Yuefeng mengatakan kerja sama ini meningkatkakan efisiensi antarmuka udara, yang memungkinkan Telkomsel untuk memberikan layanan yang lebih fleksibel dan tentunya senantiasa meningkatkan pengalaman ratusan juta pengguna Telkomsel.

Seiring dengan penetrasi jumlah pelanggan 4G Telkomsel, banyak pelanggan 2G yang akan bermigrasi ke 4G. Di saat yang sama, banyak juga pelanggan 2G yang tetap di jaringan tersebut, inilah yang disebut sebagai fenomena long-tail. Hal ini menjadi tantangan bagi Telkomsel untuk memaksimalkan spektrum di tengah keterbatasan spektrum dengan cara menjadwalkan alokasi sumber daya 2G dan 4G sesuai kebutuhan.

Saat ini Telkomsel telah membangun teknologi LTE 2300 MHz, 2100 MHz, 1800 MHz dan 900 MHz secara bersamaan. Untuk memenuhi pesatnya pembangunan 4G tersebut Telkomsel bekerjasama dengan Huawei mengadakan Joint Innovation Center dan memperkenalkan solusi CloudAIR 2.0.

Solusi ini dinilai sukses menjawab permasalahan melalui dua teknologi yakni modifikasi spektrum (dynamic spectrum sharing) dan modifikasi channel.

Modifikasi teknologi dalam hal spektrum mengatasi kendala yang dihadapi saat pembangunan Radio Access Technologies (RAT) yang berbeda di spektrum yang sama.

Solusi ini secara dinamis mengalokasikan dan menyesuaikan spektrum berdasarkan perubahan trafik dan mencegah RAT legacy untuk menduduki golden spekrum dalam waktu lama yang berimbas pada pemaksimalan efisiensi spektrum.

Sementara itu, modifikasi teknologi dalam hal channel menggabungkan keunggulan bandwidth downlink yang lebih besar dari high band dan coverage uplink yang lebih baik dari low band.

High band dipilih sebagai uplink pada titik dekat dan titik tengah untuk kapasitas, sedangkan low band dipilih sebagai uplink di tepi sel untuk mengkompensasi cakupan high band.

Koordinasi antara LTE high band dan low band channel dapat secara signifikan memperbaiki jangkauan high band dan memperbaiki pengalaman pengguna tepi sel, terutama untuk area cakupan indoor LTE.

 

Tag : telkomsel, huawei
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top