Registrasi Kartu Ponsel: Rudiantara Tampik Ada Kebocoran Data

Kementerian Komunikasi dan Informatika menampik indikasi kebocoran data telepon seluler diakibatkan oleh proses registrasi ulang kartu seluler.
Amanda Kusumawardhani | 05 Maret 2018 17:46 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika menampik indikasi kebocoran data telepon seluler diakibatkan oleh proses registrasi ulang kartu seluler.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, kebocoran data tersebut bisa diakibatkan oleh banyak faktor.

"Itu bisa saja terjadi, kalau googling di dunia maya, nomor induk kependudukan [NIK] dan nomor kartu keluarga [KK] itu banyak dan ada. Dan itu yang sudah ada  sebelum registrasi prabayar. Memang kesadaran masyarakat kita kepada security harus ditingkatkan terus," katanya di Istana Negara, Senin (5/3/2018).

Dia mencontohkan masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak rutin mengganti user name dan password email atau pin ATM secara rutin. Padahal, perubahan user name dan password secara rutin memperkecil peluang pembobolan data di dunia maya.

"Jadi memang literasi kita terhadap pentingnya aspek security harus ditingkatkan," tekannya.

Terkait indikasi kebocoran data di Kominfo dan operator telepon, Rudiantara mengungkapkan tidak ada kebocoran data seperti yang beredar di dunia maya.

"Yang dilakukan otorisasi itu adalah dicocokan, dari pelanggan kepada operator. Dicocokkan NIK dan KK dengan data based milik Dukcapil, bukan datanya di operator. Hanya konfirmasi saja," ujarnya.

Dia menambahkan pemerintah menjamin kerahasiaan dan keamanan data yang berada di Dukcapil karena hal itu diperkuat dengan adanya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Soal progres pendaftaran ulang kartu seluler, dia mengemukakan pihaknya tengah melakukan evaluasi dari data yang sudah masuk.

"Satu bulan ke depan sedang evaluasi. Kualitas dari registrasi itu apakah betul 300 juta, termasuk evaluasi 31 Maret," jelasnya.

Tag : seluler
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top