Lima Start-up Gaet Pemprov DKI

Sebanyak lima perusahaan rintisan teknologi yang tergabung di dalam program akselerator GK-Plug and Play menggaet kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta. Kelima perusahaan rintisan itu merupakan DuitHape, GandengTangan, Gringgo, Periksa.Id, dan Weston Energy.
N. Nuriman Jayabuana | 08 Maret 2018 18:52 WIB
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak lima perusahaan rintisan teknologi yang tergabung di dalam program akselerator GK-Plug and Play menggaet kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta. Kelima perusahaan rintisan itu merupakan DuitHape, GandengTangan, Gringgo, Periksa.Id, dan Weston Energy.

Sejumlah startup itu menggeluti bidang yang beragam. Mulai dari tekfin, health tech, energi terbarukan, dan solusi pengelolaan sampah. Kelimanya menjalin kerja sama dengan program smart city dan OKE OCE besutan pemerintah DKI.

DuitHape dan GandengTangan sama-sama merupakan perusahaan rintisan teknologi finansial. Duithape merupakan platform pembayaran dan GandengTangan terfokus pada bisnis urun investasi atau biasa disebut crowdlending.

Periksa.id merupakan bisnis rintisan kesehatan yang membantu mengefisiensi proses penyediaan tenaga medis. Gringgo merupakan platform digital penyedia solusi pengelolaan sampah dan Weston Energy merupakan penyedia energi terbarukan.

“Bukan hanya business model saja yang dinilai, tapi sampai kepada karakter dan background para founder startup yang dilihat. Kami berharap startup yang tersedia dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada melalui kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Presiden Direktur GK - Plug and Play Wesley Harjono di Jakarta, Kamis (8/3).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah menunjuk langsung penanggung jawab terhadap kerja sama dengan lima startup tersebut. Menurutnya, GandengTangan dan DuitHape bakal turut langsung masuk ke dalam ekositem digital layanan program OKE OCE. Sementara platform sistem pengelolaan sampah Gringgo, yang kini masih menjangkau Bali, bakal turut tersedia ke dalam sistem smart city ibu kota.

“Periksa.id akan kita perkenalkan ke Depkes untuk melihat potensinya lebih jauh. Weston dapat kami undang ke Pulau Seribu untuk memberikan solusi penyediaan listrik di sana,” ujarnya.
GK-Plug and Play optimistis terhadap laju pertumbuhan startup yang masuk ke dalam program akseleratornya. Dengan perencanaan bisnis yang baik, akselerator asal Silicon Valley itu meyakini startup portofolio investasinya berkontribusi besar terhadap masyarakat Indonesia.

Akselerator itu bukan hanya menghubungkan startup dengan pemangku kepentingan, tapi turut membuka akses yang lebih luas terhadap pemodal lanjutan dan korporasi. GK-Plug and Play terafiliasi dengan empat mitra korporasi besar, seperti Astra, BNI, BTN, dan Sinar Mas.

GK-Plug and Play turut memberikan berbagai pendampingan kepada startup binaannya. Mulai dari penyediaan co-working space, mentor, dan seed funding. “Startup yang tergabung dengan program kami pun turut kami hubungkan dengan corporate partners untuk mengeksplor berbagai peluang kerjasama,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini, akselerator dan inkubator itu telah menggandeng sebanyak 12 perusahaan rintisan dari berbagai bidang pada batch keduanya. GK-Plug and Play mengucurkan seeds investment atau pendanaan tahap awal senilai US$50.000 kepada setiap startup binaannya.

GK-Plug and Play kembali membuka pendaftaran bagi startup yang hendak bergabung ke dalam batch ketiga mulai bulan ini. “Registrasi untuk batch ketiga kami buka bulan ini. Bagi startup yang tertarik dapat membaca informasi lebih lanjut di media sosial kami ,” ujarnya.

Tag : StartUp
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top