Dana Talangan Lahan Tol Tak Kunjung Cair

Sejumlah badan usaha berharap supaya pengembalian dana talangan untuk proyek jalan tol yang sedang dikerjakan segera dibayarkan guna meminimalisasi kerugian selisih bunga pada kas perseroan.
Irene Agustine | 08 Maret 2018 18:55 WIB
Ilustras: Pembebasan lahan jalan tol

 

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah badan usaha berharap supaya pengembalian dana talangan untuk proyek jalan tol yang sedang dikerjakan segera dibayarkan guna meminimalisasi kerugian selisih bunga pada kas perseroan.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang—Batang Arie Irianto mengatakan sejauh bahwa ini perusahaan sudah menalangi Rp5,69 triliun untuk pembebasan lahan proyek jalan tol Semarang—Batang dari perkiraan kebutuhan Rp6 triliun. Menurutnya, pengembalian dana yang disalurkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sejauh ini baru mencapai Rp2,10 triliun.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa pembayaran oleh LMAN mengacu pada instrumen BI 7 Days Repo Rate berdasarkan suku bunga acuan. Padahal, kebutuhan dana talangan didapatkan salah satunya dari pinjaman komersial, contohnya dari bank.

Oleh karena itu, dia berharap agar proses pengembalian dana talangan dapat berjalan lebih cepat sehingga selisih nilai tambah dana tidak semakin membesar yang berdampak pada arus kas perseroan.

“Semakin lama dikembalikan, maka semakin besar kan nilai tambahnya. Jadi, kami harapkan segera pengembaliannya, bisa secepatnya,” kata Arie kepada Bisnis, Rabu (7/3/2018).

Ruas tol Semarang--Batang memiliki total panjang 75 kilometer dengan perkiraan investasi Rp6,40 triliun. Konstruksi proyek jalan tol dalam koridor Trans-Jawa ini dimulai pada medio 2016 dengan upaya pembebasan lahan dilakukan secara paralel. Sampai saat ini, pembebasan lahan proyek tersebut sudah mencapai 98,12%, sedangkan progres konstruksi mencapai 71%.

Senada dengan Arie, Direktur Utama PT Jakarta Toll Road Development (JTRD) Frans Satyaki Sunito mengharapkan supaya pengembalian dana talangan dapat dilakukan secepatnya atau sebelum semester pertama tahun ini berakhir.

Dia mengakui bahwa mekanisme dana talangan lewat LMAN sangat membantu dalam percepatan proyek infrastruktur. Namun, Frans menilai bahwa pengembalian dana yang lebih cepat dapat meringankan perusahaan atas rugi selisih bunga yang diterima perseroan.

“Kami kan rugi bunga ya, dengan BI 7 Days Repo Rate, sedangkan uang kami lebih dari itu. Namun, kalau lebih cepat, gap antara membelanjakan dan dikembalikan itu bisa sesingkat mungkin sehingga kami kehilangan bunga tidak terlalu banyak,” kata Frans, mantan dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sejauh ini, dia mengatakan bahwa perusahaan telah menalangi Rp260 miliar untuk pembebasan tanah dari perkiraan kebutuhan Rp900 miliar. Adapun, sampai saat ini belum ada pembayaran dana talangan dari LMAN sejak pihaknya memulai pembebasan lahan pada September tahun lalu.

“Saat ini masih pengajuan proses ya, [pengembalian dana talangan]. Sebelum tengah tahun, kami harap bisa dikembalikan” ujarnya.

PT Jakarta Toll Road Development tengah membangun enam ruas tol dalam kota sepanjang 69,77 kilometer dengan perkiraan investasi mencapai Rp41,17 triliun.

Tag : dana talangan
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top