Menhub Sebut JIIPE Model Ideal Proyek Pelabuhan

Kementerian Perhubungan menilai pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) menjadi model yang ideal dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia karena melibatkan swasta dan BUMN.
Rivki Maulana | 08 Maret 2018 20:48 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan) meninjau pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (8/3/2018). Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau kesiapan JIIPE yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (9/3/2018). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA - Kementerian Perhubungan menilai pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) menjadi model yang ideal dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia karena melibatkan swasta dan BUMN.

Kawasan industri yang berada di Gresik, Jawa Timur, ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (9/3/2018).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek JIIPE adalah hasil kolaborasi PT AKR Corporindo Tbk. dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Di pelabuhan, Pelindo III memegang porsi mayoritas, sedangkan di kawasan industri, AKR yang mayoritas.

"Yang menonjol dari konsep ini adalah ini kolaborasi antara BUMN dan AKR. Kami memang ingin kolaborasi swasta dan pemerintah bisa berjalan baik," ujarnya usai meninjau Pelabuhan Manyar, yang termasuk area JIIPE, pada Kamis (8/3/2018).

Untuk membangun Pelabuhan Manyar, AKR dan Pelindo III melalui masing-masing anak usahanya membentuk perusahaan patungan PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS).

Pelindo III memiliki saham di BMS secara tidak langsung lewat PT Berlian Jasa Terminal Indonesia sebesar 60%. Sementara itu, 40% dimiliki oleh AKR lewat PT Usaha Era Pratama Nusantara.

Sementara itu, pembangunan kawasan industri digarap lewat panji PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, perusahaan patungan lain yang dimiliki PT Usaha Era Pratama Nusantara dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia.

Secara keseluruhan, luas area JIIPE mencapai 2.933 hektare, dengan perincian 406,10 hektare untuk pelabuhan, 1.761,4 hektare untuk kawasan industri, dan 765,77 hektare untuk perumahan.

Saat ini, Pelabuhan Manyar sudah mendapat konsesi dari Kementerian Perhubungan dengan durasi 76 tahun. Pelabuhan ini bisa melayani beragam jenis muatan, mulai dari kendaraan, general kargo, caurah cair, dan curah kering.

Budi Karya menuturkan berkat konsep pembangunan pelabuhan yang terpadu dengan kawasan industri, Pelabuhan Manyar diperkirakan akan mendapat limpahan kargo yang berkesinambungan. "Dalam lima tahun akan ada jumlah logistik yang banyak," tuturnya.

Tag : kawasan industri
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top