Besok Kemenhub Rilis 10 Kapal Baru di Gresik

Kementerian Perhubungan akan merilis sepuluh kapal baru dari beragam jenis secara serentak di Pelabuhan Manyar, Gresik. Armada baru ini akan menambah alat angkut untuk mendukung program Tol Laut dan angkutan perintis.
Rivki Maulana | 08 Maret 2018 22:12 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) meninjau pelabuhan di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (8/3/2018). Kunjungan itu dalam rangka meninjau kesiapan JIIPE yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat (9/3/2018). Saat itu juga akan diluncurkan 10 kapal baru. - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA – Kementerian Perhubungan akan merilis 10 kapal baru dari beragam jenis secara serentak di Pelabuhan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Armada baru ini akan menambah alat angkut untuk mendukung program Tol Laut dan angkutan perintis.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapal yang akan dirilis berasal dari jenis kapal peritis, kapa kontainer, kapal ternak, dan kapal latih.

"April nanti ada lebih dari 100 kapal [yang sudah selesai dibuat], itu akan tersebar ke seluruh Indonesia sehingga konektivitas berjalan baik," jelasnya di Pelabuhan Manyar usai meninjau kapal yang akan diluncurkan pada Kamis (8/3/2018).

Dari 10 kapal yang akan diluncurkan, enam diantaranya merupakan kapal perintis dengan seri nama Sabuk Nusantara.

Perinciannya, satu unit kapal perintis berukuran 2.000 GT dan lima unit berukuran 1.200 GT. Sementara itu, empat kapal lain yakni dua unit kapal kontainer berkapsitas 100 TEUs dengan seri nama Kendhaga Nusantara, satu kapal ternak Camara Nusantara, dan satu kapal latih.

Pada Februari 2018 lalu di Pontianak, Kalimantan Barat, Budi Karya juga merilis tujuh kapal Sabuk Nusantara. Secara keseluruhan, akan ada 50 kapal Sabuk Nusantara baru pada April 2018. Budi Karya menyebutkan armada Sabuk Nusantara akan dipergunakan untuk angkutan mudik lebaran.

Sebelumnya, Kemenhub meminta saran ke sejumlah alumni perguruan tinggi negeri, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember terkait dengan pengelolaan 124 kapal negara yang rampung bulan depan.

"Apakah kapal-kapal ini akan kita kerjasamakan dengan swasta, atau diserahkan ke Pelni, saya minta masukan ke ITS," jelasnya.

Budi Karya mengaku tidak terlalu percaya diri untuk mengelola secara mandiri kapal-kapal negara tersebut. Dia mengungkapkan penugasan ke BUMN juga tidak serta merta membuat muatan balik lewat kapal-kapal tersebut maksimal.

Tag : kapal
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top