Komoditas Pangan: Pengolahan Pascapanen Masih Jadi Kendala

Belum adanya keseriusan dalam menggarap produk komoditas pasca panen dianggap menjadi biang keladi kurangnya mutu produksi komoditas pangan dalam negeri.
Pandu Gumilar | 08 Maret 2018 18:09 WIB
Kedelai - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Belum adanya keseriusan dalam menggarap produk komoditas pasca panen dianggap menjadi biang keladi kurangnya mutu produksi komoditas pangan dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan belum ada yang serius mengolah hasil pasca panen, baik itu pemerintah maupun pelaku usaha. Dia menilai belum ada keseriusan untuk meningkatkan mutu industri pasca panen.

"Industri pasca panen itu milik siapa? Karena belum ada yang bertuan. Apakah itu berada di ranah Kementerian Pertanian atau Kementerian perindustrian?" Katanya pada Kamis (8/3/2018).

Menurutnya pengolahan pascapanen penting untuk meningkatkan mutu produk, karena selama ini hal tersebut belum digarap, baik oleh Kementan maupun Kemenperin.

Selain itu tata niaga distribusi pun harus diperjelas supaya tidak menganggu ritme produksi yang berkelanjutan. Selama ini lahan produksi tidak selalu berdekatan dengan areal industri. Hal tersebut yang menyebabkan pengolahan memakan waktu.

Perlu ada semacam konektivitas antara pertanian atau perkebunan dengan industri dan pemerintah. Supaya mutu komoditas tidak terkatung-katung, baik untuk konsumsi akhir atau industri.

"Beberapa subsektor kontribusi terhadap PDB itu diatas 7% dan itu besar. Masalahnya adalah data dan supply demand untuk menentukan pasar yang berada di mana-mana," katanya.

Kualitas mutu pasca panen dapat ditingkatkan dengan memperhatikan Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), Good Manufacturing Practices (GMP) dan Good Logistic Practices (GLP).

Keempat indikator tersebut memverifikasi bahwa komoditas pangan yang diproduksi, dikemas, ditangani, dan disimpan semaksimal mungkin untuk meningkatkan nilai lebih terhadap suatu produk.

Tag : pangan, pertanian
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top