APP Siap Hadapi Musim Kemarau Tahun Ini

APP telah menyiapkan tiga helikopter untuk waterbombing, 900 personel regu pemadam kebakaran (RPK), 500 orang anggota Masyarakat Peduli Api, mengaktifkan 41 unit menara pemantau api, 30 unit truk pemadam kebakaran, 31 unit mobil patroli, 74 unit sepeda motor patroli, 27 unit mobil tangki air, 5 unit airboat, dan 614 unit mesin pemadam api.
Sri Mas Sari | 08 Maret 2018 22:22 WIB
Simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak, Riau. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA—Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menegaskan kesiapsiagaannya menghadapi musim kemarau 2018.

APP telah menyiapkan tiga helikopter untuk waterbombing, 900 personel regu pemadam kebakaran (RPK), 500 orang anggota Masyarakat Peduli Api, mengaktifkan 41 unit menara pemantau api, 30 unit truk pemadam kebakaran, 31 unit mobil patroli, 74 unit sepeda motor patroli, 27 unit mobil tangki air, 5 unit airboat, dan 614 unit mesin pemadam api.

Kesiapan itu disampaikan dalam apel siaga yang digelar Pemprov Riau dan dihadiri pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk bersama-sama mencegah karhutla [kebakaran hutan dan lahan], dan sejalan dengan komitmen perlindungan hutan kami yang tertuang dalam Forest Conservation Policy (FCP),” ujar Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata melalui siaran pers, Kamis (8/3/2018).

APP telah terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau sebelum status siaga karhutla di provinsi itu ditetapkan 19 Februari 2018. Unit forestry APP, PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry, pada 8 Februari telah menurunkan tim darat dua regu RPK dan tim udara helikopter waterbombing untuk membantu Pemkab Pelalawan menangani kebakaran di lahan masyarakat Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Selain di Pelalawan, bersama dengan tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan Satgas Karhutla Riau, Sinar Mas Forestry Riau dan mitra pemasoknya juga membantu pemadaman karhutla di 5 kabupaten/kota lainnya, yakni Meranti, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Pemadaman api dilakukan oleh tim darat (RPK) beserta peralatannya, serta tim udara dengan mengerahkan tiga helikopter, yang terdiri atas dua unit Super Puma dengan kapasitas 5.000 liter air sekali bombing dan satu unit Bell 412 dengan kapasitas 2.000 liter air. Hingga kini, tim tersebut telah melakukan 590 kali bombing dengan total air sekitar 3 juta liter.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim setiap pelaku usaha di sektor swasta, terutama yang menggunakan lahan untuk perkebunan dan kehutanan, wajib membantu pemda saat siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Bantuan pihak swasta diharapkan bisa memperkuat pemadaman kebakaran dari udara. Dulu penanganan masih bersifat parsial, tetapi sekarang harus sinergis antara swasta dan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, untuk memantau hotspot dan fire spot, Sinar Mas Forestry juga mengoperasikan 28 unit pesawat nirawak (drone) dan 12 unit CCTV 360 derajat, termasuk CCTV inframerah yang bisa mendeteksi fire spot pada malam hari. Perusahaan juga memanfaatkan alat pemantau cuaca yang tersebar di seluruh distrik Sinar Mas Forestry. Seluruh persiapan dan penanganan karhutla APP terintegrasi dan dikontrol di situation room, baik di kantor pusat yang terletak di Jakarta maupun di daerah.

Tag : kebakaran hutan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top