Ini Tiga Syarat Produk Pertanian Dapat Diekspor Menurut FAO

Asisten Dirjen FAO, Kundhavi Kadiresan berharap Indonesia dapat menjadi promotor sistem pertanian Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan Organik.
Pandu Gumilar | 08 Maret 2018 22:39 WIB
Makanan organik - roguehealthandfitness.com

Bisnis.com, JAKARTA—Food Agricultural Organization (FAO) menilai produk pertanian harus berdaya saing, efisien, dan spesifik untuk dapat memasarkan produknya ke luar negeri, contohnya seperti tanaman organik.

Asisten Dirjen FAO, Kundhavi Kadiresan berharap Indonesia dapat menjadi promotor sistem pertanian Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan Organik. LEISA adalah sistem pertanian berkelanjutan dengan input luar yang rendah dan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal dengan efisien.

Dia pun menyoroti bajet untuk agrikultur naik pada periode 2015-2016 sebesar 56% tapi lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2017.

Namun Kundhavi pun mengapresiasi pelaksanaan program asuransi pertanian dan sistem informasi pemantauan pertanian.

"Asuransi pertanian [khususnya crop insurance] Indonesia dapat diterapkan dengan baik, di negara lain tidak mudah menerapkan program asuransi. Mengapresiasi sistem informasi kalender tanam berbasis teknologi yang dapat diakses secara cepat oleh petani dan penyuluh melalui smartphone serta mendorong diaplikasikannya e-agricultural secara lebih luas," katanya pada Kamis (8/3/2018).

Pada tahun 2017 produksi padi Indonesia meningkat secara dramatis sebesar 10,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) yang setara dengan US$ 3,23 Miliar. Selain itu, bawang merah dan cabai yang nilai kumulatifnya berjumlah sekitar US$ 27,08 Miliar.

Ekspor beras khusus meningkat sejumlah 4.000 ton, bawang merah 7.700 ton, dan jagung 57.000 ton. Secara kumulatif, nilai ekspor pertanian 2017 naik 24% dibandingkan tahun 2016.

Tag : pertanian
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top