Jaga Stabilitas Pangan, Satgas Pangan Tak Segan Ambil Langkah Hukum

Satuan Tugas Pangan memastikan bakal menjaga rantai distribusi komoditas pokok dan penting dalam negeri terlebih menjelang Ramadan. Pihaknya mengaku tidak segan-segan mengambil langkah hukum bagi oknum yang melakukan permainan harga.
Rayful Mudassir | 09 Maret 2018 07:53 WIB
Pedagang cabai di sebuah pasar tradisional Wonosari, Yogyakarta. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas Pangan memastikan bakal menjaga rantai distribusi komoditas pokok dan penting dalam negeri terlebih menjelang Ramadan. Pihaknya mengaku tidak segan-segan mengambil langkah hukum bagi oknum yang melakukan permainan harga.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas di daerah untuk memastikan stabilisasi harga pangan pokok. Pihaknya juga telah memeriksa gudang milik Bulog dan swasta untuk memastikan tidak ada penimbunan pangan berlebih.

“Ada 11 komoditas yang kami pantau. Di antaranya beras, gula, minyak, bawang putih, bawah merah, daging ayam, daging sapi, telur, kedelai, dan cabai. Cabai kan banyak juga jenisnya,” paparnya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Setyo mengungkapkan pekerjaan Satgas Pangan turut didukung oleh stakeholder terkait seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan hingga pelaku usaha, organisasi pangan, dan asosiasi terkait. 

Tahun lalu, Satgas Pangan juga sempat menyelesaikan kasus harga cabai yang melonjak tajam hingga Rp200.000 per kg. Menurutnya, setelah mengetahui kabar tersebut Satgas langsung membekuk pelaku di balik meningginya harga, masing-masing tiga orang di Solo dan satu pelaku di Semarang.

“Langsung [harga] turun bebas sampai sekitar Rp30.000 per kg,” lanjut Setyo.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum Bulog Sopran Kenedi memastikan stok pangan termasuk bahan pokok seperti gula pasir, daging, dan telur ayam masih aman saat memasuki Ramadan. Salah satunya gula pasir, yang jumlah stoknya di Bulog saat ini berkisar 400.000 ton.

“Untuk stok beras di Bulog sekitar 700.000 ton. Itu juga masih memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan,” sebutnya.

Khusus untuk beras, Bulog menargetkan penyerapan beras petani mencapai sekitar 60% dari 2,7 juta ton pada Juni 2018. Penyerapan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan momen panen raya, pemanfaatkan fleksibilitas harga, hingga rafaksi (pemotongan terhadap harga barang yang diserahkan karena mutunya lebih rendah daripada contohnya atau karena mengalami kerusakan dalam pengirimannya).

Bulog juga akan menggunakan jaringan pembelian baik kelompok tani, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), hingga koperasi tani guna memenuhi target.

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti bawang, perusahaan pelat merah tersebut tidak ingin terburu-buru memenuhi stok. Pasalnya kualitas komoditas itu akan menurun jika terlalu lama disimpan sebagai stok.

“Kami ingin stok tersedia cukup. Paling tidak menjelang hari raya Idulfitri terpenuhi [seluruh pangan],” tegas Sopran.

Tag : pangan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top