Begini Strategi Tele Perkuat Teknologi Keuangan

Tele Utama Nusantara (TUN) akan memperkuat teknologi keuangan (financial technology) seiring dengan maraknya bisnis tersebut di Indonesia.
Novita Sari Simamora | 12 Maret 2018 18:48 WIB
Chief Executive Officer PT Tele Utama Nusantara Slamet Riyadi (kanan) berbincang dengan General Manager Sales and Marketing Thomas Semedi seusai memberikan keterangan, di Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tele Utama Nusantara (TUN) akan memperkuat teknologi keuangan (financial technology) seiring dengan maraknya bisnis tersebut di Indonesia.

Direktur Utama PT Tele Utama Nusantara (TUN) Slamet Riyadi mengatakan ini merupakan tahun kedua perseroan masuk ke dalam bisnis financial technology (fintech). Dalam menggeluti bisnis fintech ini, pihaknya masih sangat sulit untuk membicarakan keuntungan.

"Untuk tahap awal, akan sangat sulit apabila membicarakan keuntungan dalam fintech. Saat ini, kami mau memperbesar segmen channeling," ungkapnya di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Hingga akhir tahun ini, TUN memproyeksikan untuk memperoleh 500.000 transaksi dari Teleshop. Melalui Teleshop, bisa melakukan pembayaran asuransi, BPJS, transportasi, telepon, pulsa, internet hingga e-money.

Setiap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang melakukan transaksi akan memperoleh fee senilai Rp1.700 per transaksi. Dia mengungkapkan, angka tersebut cukup menguntungkan bagi pelaku UMKM.

Adapun skema bisnis yang dimiliki TUN adalah business to business (b2b). Dia mengungkapkan, bisnis financial technology merupakan bisnis jasa yang mengutamakan kepercayaan kepada masyarakat, sehingga TUN memperkuat sistem keamanan.

Tag : fintech
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top