Nokia PSE-3 Dongkrak Kapasitas Jaringan ke Shannon Limit

Kapasitas sampai dengan 65% melebihi jaringan yang sudah digelar saat ini, sekaligus mengurangi daya per bit sebanyak 60%.
Dhiany Nadya Utami | 12 Maret 2018 19:40 WIB
Nokia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Nokia umumkan peluncuran generasi baru lini Photonic Service Engine (PSE) dari prosesor sinyal digital super-coherent.

Nokia PSE-3 akan menjadi instrumen dalam evolusi penyedia jasa komunikasi (CSP) dan jaringan skala web untuk memenuhi kebutuhan trafik dari video, cloud, dan jaringan 5G dengan memaksimalkan kapasitas dan performa setiap hubungan di jaringan optik.

“Ini adalah terobosan dalam cara jaringan optik menyediakan kapasitas dan jangkauan dengan biaya yang lebih hemat,” ujar Head of Optical Networks Nokia Sam Bucci dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (12/3/2018)

Cipset PSE-3 adalah prosesor sinyal digital koheren pertama yang menerapkan probabilistic constellation shaping (PCS) yaitu teknik modulasi yang dipelopori oleh Nokia Bell Labs.

Sam menjelaskan, PCS mendorong kapasitas transmisi serat optik hingga mendekati Shannon Limit atau kapasitas maksimum secara teori dari kanal komunikasi yang ditetapkan oleh Claude Shannon tahun 1948 saat menjadi peneliti di Bell Labs.

PCS kemudian membentuk sinyal yang bisa menyesuaikan karakteristik serat optik, sehingga menghasilkan panjang gelombang yang lebih elastis untuk mengatasi noise dan gangguan, meningkatkan kapasitas sampai dengan 65% melebihi jaringan yang sudah digelar saat ini, sekaligus mengurangi daya per bit sebanyak 60%.

Penghematan jadi ciri yang diusung oleh cipset ini, dengan memperbaiki kapasitas laten pada serat yang sudah digunakan, PSE-3 memperpanjang umur sistem saluran dan kabel bawah laut yang sudah ada, sehingga menghasilkan penghematan jangka panjang yang signifikan.

Cipset ini tidak hanya memaksimalkan performa, tetapi juga dapat bekerja pada jarak berapapun dalam jaringan optik — mulai dari bawah tanah hingga bawah laut.  PSE-3 ideal untuk perusahaan yang ingin mendorong batas jaringan serat optik dan meningkatkan profitabilitas.

“Pelanggan kami sekarang bisa memaksimalkan kapasitas dari setiap link di jaringan  mereka, baik itu 10 km, 10.000 km atau lebih,” tutur Sam.

Dia juga menuturkan, PSE-3 memberikan kesempatan bagi operator jaringan untuk tumbuh melebihi fleksibilitas terbatas yaitu jaringan 100G/200G yang lazim saat ini.

Dengan membalikkan gelombang kompleksitas yang terus meningkat dalam sistem Wavelength Division Multiplexing (WDM), PSE-3 menyediakan kapasitas panjang gelombang yang bisa disesuaikan dari 100G ke 600G dengan satu baud rate dan ukuran saluran dalam format modulasi yang seragam.

Ini menyederhanakan operasi dan perencanaan jaringan secara radikal, sekaligus memfasilitasi pekerjaan dinamis yang memungkinkan operator jaringan untuk menggelar layanan inovatif dengan biaya yang lebih sedikit.

Tag : internet
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top