BERITA FOTO: Bos JNE Bicara Transformasi Bisnis

CEO JNE Express M. Feriadi berbicara tentang transformasi bisnis jasa kurir yang dikembangkannya dalam forum Leaders Day Bisnis Indonesia, Selasa (13/2/2018). JNE membukukan volume pengiriman pada tahun 2017 mencapai 30% sejalan dengan perkembangan pesat dari e-commerce.
News Writer | 13 Maret 2018 10:09 WIB
CEO JNE Express M. Feriadi

TRANSFORMASI BISNIS JNE: Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) M. Feriadi berbicara tentang transformasi bisnis jasa kurir yang dikembangkannya dalam forum Leaders Day Bisnis Indonesia, Selasa (13/2/2018).

Berbicara sebagai tamu undangan dalam agenda rutin Bisnis Indonesia ini, bos JNE ini menjelaskan transformasi perusahaan yang berdiri sejak 26 November tahun 1990 dengan nama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir ini, menyatakan optimismenya dalam menghadapi persaingan pasar hingga tingkat global sekalipun.

JNE merupakan perusahaan nasional yang kegiatan usahanya fokus pada penanganan kegiatan kepabeanan/impor kiriman barang/dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia. Feriadi menyebutkan JNE membukukan pertumbuhan volume pengiriman pada tahun 2017 mencapai 30% sejalan dengan perkembangan pesat dari e-commerce.

Saat ini, JNE memiliki 6.000 jaringan yang tersebar di nusantara, dan terus dikembangkan secara organik dan terutama pola keagenan yang telah dikembangkan sejak 1996. dalam perjalanannya, JNE telah banyak mengembangkan sejumlah inovasi yang membesarkannya hingga saat ini seperti layanan sameday service sejak 1998, atau layanan kiriman yang lebih terjangkau, YES alias yakin esok sampai (2003), hingga pengiriman internasional dengan menggaet UPS (2010).

JNE juga memiliki sejumlah rencana pengembangan untuk memperkuat bisnis di masa depan antara lain membangun megahub di Bandara Soekarno-Hatta, mengembangkan layanan teknologi finansial.

Feriadi menargetkan dapat meningkatkan proses pengiriman barang menjadi 40.000 hingga 60.000 kiriman per jam dengan dibangunnya megahub di Bandar Mas, kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tidak hanya pergudangan, megahub juga termasuk pengembangan infrastruktur dan teknologi untuk melayani kebutuhan logistik e-commerce yang terus meningkat setiap tahun.

Dalam pembangunan ini, JNE menggandeng perusahaan asal China sebagai vendor. Namun, teknologi yang digunakan berasal dari beberapa negara seperti Jerman dan Amerika.

Pihaknya belum dapat memperkirakan nilai investasi karena masih dalam tahap negosiasi harga. JNE sendiri baru mempersiapkan lahan seluas 40.000 meter persegi. Rencananya pembangunan akan dimulai pada tahun ini sehinga dapat dioperasikan pada akhir 2019.

Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) M. Feriadi saat memberikan pemaparan materi.

Adapun ketertarikannya dalam memasuki bisnis teknologi finansial, Feriadi melihat potensi yang besar dalam layanan keuangan pada era digital, baik itu yang bisa mendukung dalam meningkatkan kapasitas layanan outlet seperti pengiriman uang, maupun berbagai layanan keuangan lainnya seperti layanan pembayaran.

 

Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) M. Feriadi (kiri) didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko.

 

Berikut rekam jejak JNE yang menjadi batu lompatan hingga saat ini:

1996
Membuka keagenan

1998
Service SS diluncurkan

2000
Logo JNE baru diperkenalkan

2003
Layanan YES diluncurkan

2005
Layanan Diplomat diluncurkan

2009
Produk PESONA diluncurkan

2010
Kerjasama pengiriman internasional dengan UPS dimulai dan Produk M KIOS diluncurkan

2011
Launching produk layanan pulsa elektrik semua operator (MAXINDO).

2014
Layanan Jesika, PIPO dan JLC diluncurkan

2016
Launching Program 7Magnificent, myJNE & JNE Eco Courier

 

Tag : jne
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top