Tingginya Pengiriman Barang Desak Kebutuhan Megahub

Tingginya pengiriman barang akibat molanjaknya pembelian produk melalui daring membuat pelaku usaha kurir berlomba membuat tempat pengumpulan paket dengan skala besar atau megahub
Jaffry Prabu Prakoso | 13 Maret 2018 21:54 WIB
TIKI - Bisnis/Abdul Rahman

Bisnis.com, JAKARTA - Tingginya pengiriman barang akibat molanjaknya pembelian produk melalui daring membuat pelaku usaha kurir berlomba membuat tempat pengumpulan paket dengan skala besar atau megahub

Peneliti Senior Supply Chain Indonesia (SCI) Zaroni Samadi mengatakan megahub yang memiliki mesin sortir sangat perlu dalam proses kiriman pos atau parcel untuk mempercepat sorting sesuai dengan kota tujuan dan alamat penerima.

"Selain kecepatan, mesin sortir diperlukan untuk keakuratan sorting sehingga mengurangi tingkat kesalahan," katanya kepada Bisnis, Selasa (13/3/2018).

Dikatakan, penggunaan mesin sortir dengan sistem otomasi mampu memproses kiriman pos atau parcel dalam volume sangat besar.

Menurutnya ini penting untuk menjamin ketepatan waktu pengantaran parsel dari transaksi e-commerce semakin pendek. Bahkan dengan tuntutan pelanggan saat ini yang menginginkan barang sampai di tangan maksimal 12 jam sejak order pembelian.

Meski investasi pembangunan megahub sangat besar, diyakini tempat ini bisa menutupi modal dengan perputaran pengiriman yang sangat cepat.

Zaroni menjelaskan idealnya para operator jasa pos atau kurir membuat satu hub untuk digunakan bersama mencapai skala ekonomis dan efisien. Hanya, implementasinya menghadapi tantangan. Antara lain kesesuaian sistem teknologi, standar proses kerja, dan yang utama adalah keselarasan budaya kerja. Ini yang tidak mudah.

Berdasarkan catatan Bisnis, ada beberapa pelaku usaha logistik nasional yang merencanakan membuat megahub.

PT Pos Indonesia (Persero) adalah perusahaan yang memiliki robot sortir pertama di Indonesia hasil kerja sama dengan perusahaan robotik asal Singapura GreyOrange. Sejak 4 tahun lalu, robot sortir GreyOrange sudah diinstalasi di 50 lokasi secara global.

Lalu, ada PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir yang akan melengkapi fasilitas mega hub seluas 40.000 m2 di Cengkareng, Banten dengan robot sortir untuk memilah barang secara otomatis. Sementara itu, J&T Express menggelontorkan dana senilai Rp800 miliar untuk membangun gudang sortir di empat kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Semarang.

 

 

Tag : pengiriman barang
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top