2018, Ekspor Produk Furniture dan Kerajinan Ditarget US$2 Miliar

Pemerintah Indonesia memberi target ekspor produk furniture dan kerajinan pada 2018 mencapai US$2 miliar.
Agne Yasa | 14 Maret 2018 00:32 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kursi rotan untuk acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di sentra industri rotan Tangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (2/11). - ANTARA/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia memberi target ekspor produk furniture dan kerajinan pada 2018 mencapai US$2 miliar.

Adapun ekspor Indonesia akan menyasar pasar tradisional seperti Amerika, Eropa, dan China, serta pasar non-tradisional seperti Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta mengatakan industri kerajinan dan furniture merupakan sektor yang padat karya dimana dapat menyerap banyak tenaga kerja hingga 500 ribu orang per US$1 miliar.

“Sehingga sektor ini tidak hanya memberikan nilai tambah, namun juga multiplier effect bagi perekonomian Indonesia,” kata Wayan, melalui rilis, Selasa (13/8/2018).

Dalam rangka program promosi dan perluasan pasar produk UKM potensial ekspor Indonesia, Kemenkop dan UKM memfasilitasi UKM Indonesia pada pameran IFEX 2018 yang berlangsung mulai 9 – 12 Maret 2018 di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Pameran untuk kategori furniture dan home dècor ini diklaim yang terbesar di Asia Tenggara. IFEX yang digelar ke-5 kalinya ini menampilkan lebih dari 500 exhibitor dari kategori produk home décor dan furniture dari seluruh Indonesia.

Dalam pameran kali ini, Kemenkop dan UKM memfasilitasi 15 UKM yang berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, Banten, Jabar, dan Jateng. Hasil transaksi yang diperoleh selama pameran berlangsung adalah sebesar Rp4,8 miliar, dengan penjualan ritel sebesar Rp1,3 miliar dan order potensial sebesar Rp3,4 miliar

“Terjadi peningkatan baik dari jumlah UKM yang difasilitasi yaitu dari 11 UKM menjadi 15 UKM, maupun transaksi yang dibukukan dari tahun sebelumnya, transaksi total 2017 Rp1,9 miliar, menjadi Rp 4,8 miliar pada 2018,” kata Wayan.

Adapun negara potensial ekspor yang dijangkau oleh UKM fasilitasi Kemenkop dan UKM diantaranya adalah dari Arab Saudi, Jerman, Singapura, Australia, India, Pakistan, Inggris, Amerika, Meksiko, Jepang, Spanyol, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Mongolia.

Untuk kategori produk yang diminati adalah wooden flooring, wooden handicraft, dan handweaving bamboo basket.

Wayan mengungkapkan bahwa produktivitas UKM Indonesia dari kategori home décor dan furniture dalam menghadapi tantangan ekspor telah teruji dengan kontribusinya yang signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan devisa negara.

“Oleh karena itu, sektor ini harus terus dikembangkan sebagai salah satu tonggak perekonomian nasional,” ujarnya.

Asisten Deputi Pemasaran, Herustiati menambahkan bahwa IFEX merupakan salah satu agenda tahunan yang signifikan dalam pengembangan pemasaran UKM Indonesia khususnya di sektor furniture dan home décor sehingga Kemenkop dan UKM memilih event ini sebagai salah satu prioritas agenda promosi tahunan.

Kemenkop dan UKM memiliki berbagai agenda promosi dalam negeri baik untuk kategori pameran berskala internasional, nasional, maupun kedaerahan yang memberikan kesempatan bagi UKM Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di pasar domestik maupun menjangkau buyers internasional yang datang ke Indonesia.

“Pemasaran produk UKM Indonesia menjadi perhatian dari pemerintah karena aspek tersebut masih perlu didorong terutama agar UKM agar memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi,” katanya.

 

Tag : furnitur
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top