482 Penerbangan di Ngurah Rai Disetop Demi Hari Raya Nyepi

Sebanyak 482 penerbangan tidak bisa beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena penutupan bandara untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
Feri Kristianto | 14 Maret 2018 14:33 WIB
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Sebanyak 482 penerbangan tidak bisa beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena penutupan bandara untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Dengan penutupan ini, semua penerbangan berjadwal dan charter baik rute domestik maupun internasional akan ditiadakan. Adapun rincian penerbangan tersebut yaitu 244 rute domestik dan 238 rute internasional dengan rute terbanyak adalah tujuan Cengkareng, Kuala Lumpur, Singapura, Perth, dan Surabaya.

Penghentian penerbangan tersebut dikarenakan Bandara Ngurah Rai akan menghentikan operasional penerbangan selama 24 jam terhitung mulai Sabtu (17/3/2018) pukul 06.00 WITA hingga Minggu (18/3/2018) pagi.

Penghentian sementara operasional penerbangan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi tersebut mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Denpasar Pada Hari Raya Nyepi.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat pelaksanaan Nyepi hari Sabtu (17/3), kami akan menghentikan semua aktivitas pelayanan di bandara. Penutupan berlangsung selama 24 jam dan bandara kembali beroperasi secara normal hari Minggu, (18/3) pukul 06.00 WITA,” jelas General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi di Kuta, Rabu (14/3/2018).

Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, PT Angkasa Pura (AP) I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (NOTAM) Nomor A0117/18NOTAMN.

“Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia. Kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para airline. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara,” paparnya.

Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat. Saat Nyepi, akan ada 368 personil yang siaga di bandara.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation.

“Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, airline dan ground handling,” ungkap Yanus.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou, China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca penutupan. Sementara itu, Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tag : nyepi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top