Asosiasi Keramik Minta Pabrikan Tak Andalkan Safeguard

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyatakan produsen dalam negeri harus mampu bersaing tanpa ada pengamanan atau safeguard pada masa depan.
Annisa Sulistyo Rini | 15 Maret 2018 19:49 WIB
Pekerja memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang ubin jenis homogenous tile granito. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyatakan produsen dalam negeri harus mampu bersaing tanpa ada pengamanan atau safeguard pada masa depan.

Elisa Sinaga, Ketua Umum Asaki, mengatakan safeguard merupakan salah satu pengaman industri dalam negeri dari gempuran produk impor. Namun, safeguard bersifat sementara sehingga industri tidak bisa berlindung sepenuhnya pada kebijakan ini.

"Biasanya kan safeguard untuk 3 tahun hingga 5 tahun, hanya sementara dalam menjaga keberlangsungan industri selama membenahi daya saing. Kami juga dorong industri keramik bisa bersaing tanpa safeguard. Ini harus," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Saat ini, asosiasi sedang mengajukan safeguard yang diwakilkan oleh lima perusahaan. Industri keramik menghadapi masalah kenaikan impor di saat permintaan domestik menurun.

Produk keramik impor asal China banyak masuk ke pasar dalam negeri, apalagi tahun ini bea masuk Asean-China Free Trade Agreement turun dari 20% menjadi 5% dan dikhawatirkan impor semakin meningkat.

Elisa menyebutkan impor keramik terus meningkat tiap tahun dengan rerata pertumbuhan sebesar 20%. Pada tahun ini, dia memperkirakan impor bisa tumbuh hingga 40% dengan penurunan bea masuk.

"Selain itu, kami juga ingin mengajukan kalau mungkin produk keramik masuk pre-shipment inspection. Ini karena kami diperlakukan demikian kalau mau ekspor oleh negara yang kami tuju," jelas Elisa.

Asosiasi juga akan terus memperjuangkan penurunan harga gas industri untuk menekan biaya produksi. Harga gas yang tinggi menyebabkan produk keramik dalam negeri sulit bersaing dengan produk impor yang memiliki harga lebih murah.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengimbau para pelaku industri keramik untuk menyiapkan pertahanan secara internal, di luar kebijakan safeguard, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan desain produk.

"Industri keramik bisa bersaing dari segi desain, sehingga konsumen punya pilihan dan harapannya industri Indonesia bisa naik kelas," ujar Airlangga.

 

 

Tag : keramik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top