Kompetisi Kian Ketat, Pabrikan Keramik Didorong Tingkatkan Daya Saing

Kementerian Perindustrian mendorong industri keramik nasional untuk meningkatkan kualitas desain produk agar mampu bersaing dengan produk impor di tengah perdagangan global.
Annisa Sulistyo Rini | 20 Maret 2018 16:53 WIB
Pekerja melakukan aktivitas penambangan kaoline, bahan baku untuk industri keramik, di Belitung Barat, Rabu (25/3/2015). - Antara/Vitalis Yogi Trisna

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian mendorong industri keramik nasional untuk meningkatkan kualitas desain produk agar mampu bersaing dengan produk impor di tengah perdagangan global. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan untuk meningkatkan kualitas desain produk keramik diperlukan penerapan praktik terbaik (best practice) dan penggunaan teknologi terkini guna menghasilkan efisiensi produksi.

“Caranya, antara lain memodernisasi pabrik dengan penggunaan teknologi digital printing dan peralatan produksi yang mampu menciptakan keramik dengan ukuran besar sesuai tren pasar saat ini di luar negeri maupun domestik,” katanya pada pembukaan pameran Keramika 2018 di Jakarta, belum lama ini.

Airlangga menyampaikan industri keramik dalam negeri perlu melakukan transformasi secara bertahap sesuai dengan perkembangan teknologi industri 4.0 yang sedang berjalan. Menurutnya, saat ini pelaku industri di seluruh dunia sedang bertransformasi untuk menyambut era revolusi industri keempat yang akan menekankan platform Internet of things dengan proses produksi secara terintegrasi. Tujuannya untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai hasil yang lebih maksimal.

Selain itu, Airlangga juga mengimbau kepada industri keramik nasional agar semakin berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan menjadi salah satu motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja langsung sebanyak 150.000 orang. Apabila ditambah dengan tenaga kerja tidak langsung seperti distributornya dan lain-lain, mencapai 2 juta orang,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada industri keramik nasional untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung program pendidikan vokasi link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini untuk mempermudah mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini sehingga dapat memacu produktivitas dan daya saing industrinya.

Industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan yang diprioritaskan pengembangannya karena berbasis sumber daya alam lokal serta telah memiliki struktur keterkaitan dan kedalaman yang kuat.

Potensi ini diharapkan dapat mendogkrak kinerja industri keramik sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas.

Tag : keramik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top