Konstruksi Bendungan Paselloreng Diupayakan Rampung Akhir 2018

Percepatan konstruksi Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan yang progresnya saat ini 69,49% dinilai jadi modal utama penyelesaian bendungan tersebut agar bisa rampung pada akhir tahun ini.
Irene Agustine | 20 Maret 2018 18:07 WIB
Ilustrasi: Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dengan posisi progres pembangunannya mencapai 46% pada Rabu (15/11/2017). - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Percepatan konstruksi Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan yang progresnya saat ini 69,49% dinilai jadi modal utama penyelesaian bendungan tersebut agar bisa rampung pada akhir tahun ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang T. Iskandar optmistis pembangunan dapat selesai pada Desember 2018 atau lebih cepat dari target semula yakni Juli 2019.

“Manfaatnya akan mengairi irigasi seluas kurang lebih 7.000 hektare yang akan ditingkatkan dapat mengairi 10.000 hektare serta menjadi sumber air baku untuk empat kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 liter per detik, konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar, dan pariwisata,” katanya seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR, Selasa (20/3/2018).

Nantinya, kapasitas tampung maksimal bendungan mencapai 138 juta meter kubik atau merupakan kapasitas bendungan terbesar bila dibandingkan dengan dua bendungan lainnya di Sulawesi Selatan, Karalloe, dan Pamukkulu.

Saat ini ketersediaan lahan sudah mencapai 681 hektare atau 36,8% dari 1.849 hektare lahan yang dibutuhkan.

Adapun, pembiayaan pembebasan lahan menggunakan dana talangan oleh kontraktor yang akan diganti oleh Lembaga Manajemen Aset Negara dengan total kebutuhan dana sebesar Rp193,90 miliar.

Total investasi pembangunan bendungan sendiri mencapai Rp736 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor BUMN kerja sama operasi (KSO) dengan kontraktor swasta nasional yakni PT Wijaya Karya Tbk.–PT Bumi Karsa.

Kontraktor lokal berkategori kecil juga dilibatkan sebagai subkontraktor di antaranya pekerjaan pasangan batu, pintu mekanikal, instrumentasi, sedangkan konsultan supervisi adalah PT Mettana, PT Timor Konsultan, PT Raya Konsultan KSO dengan nilai Rp37 miliar.

Tag : sulsel, bendungan
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top