BELANJA GROSIR LEWAT DARING: IDMARCO.com Bidik Potensi Luar Jawa

IDMARCO.com membidik potensi pasar di luar Jawa untuk mengembangkan layanan grosir daring
Agne Yasa | 22 Maret 2018 13:05 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA – IDMARCO.com membidik potensi pasar di luar Jawa untuk mengembangkan layanan grosir daring.

Regan Dwinanda, VP Marketing & Business Development PT IDmarco Perkasa Indonesia (IDMARCO.com), mengatakan potensi pasar di luar Jawa masih sangat besar karena masih banyak yang belum tergarap dengan baik.

Hal tersebut, katanya, dapat terlihat dari prinsipal atau pemilik brand yang rata-rata fokus di Pulau Jawa.

Pihaknya menilai pasar di luar Jawa saat ini trennya sedang bertumbuh sehingga menjadi peluang yang baik untuk memperluas layanan.

“Memang betul populasi di Jawa itu berapa puluh persen, luar Jawa belum digarap dengan baik. [Strategi] kami maintain yang di Jawa dan kembangkan ke luar pulau. [Rencananya] Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,” jelas Regan ketika ditemui di Acara Peluncuran Mobile Apps IDMARCO.com Rabu (21/3).

IDMARCO.com merupakan layanan grosir daring yang membidik segmen business to retail (B2R) dan masih menjadi bagian dari Salim Group. Layanan grosir online ini hadir sejak 2017 dengan layanan berbasis web, dimana pada 2018 diluncurkan layanan berbasis aplikasi.

Regan mengatakan IDMARCO.com fokus untuk melayani pelanggan seperti warung, toko-toko, horeka, dan perorangan yang membeli dalam jumlah banyak atau grosir.

“Persentase [pelanggan] paling besar tetap warung dan toko,” ujarnya.

Saat ini layanan IDMARCO.com sudah menjangkau 191 kota di Pulau Jawa per Desember 2017.

“[Targetnya] ingin semua kota, terus terang saya belum hitung, kami fokusnya dari provinsi jadi [targetnya] Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,” katanya.

Adapun produk yang ditawarkan di IDMARCO.com merupakan produk fast moving consumer goods (FMCG). Produk tersebut terdiri dari beberapa kategori yaitu makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, bahan masak, kesehatan, produk ibu dan anak.

Tren belanja grosir di IDMARCO.com mencatat produk yang paling banyak diminati adalah makanan untuk kategori mi instan. Untuk posisi kedua, produknya berganti-ganti, mulai dari minyak goreng, susu rasa pisang, hingga saus tomat.

“Ini buat kami bagus, artinya memang kebutuhan marketnya itu ada,” katanya.

Regan mengungkapkan saat ini, IDMarco.com telah menjangkau 5.000 pelanggan untuk layanan grosir daringnya. Adapun untuk sekali berbelanja di dagang-el ini terdapat ketentuan minimal nilai pembelanjaan Rp300.000.

“Dari 5.000 pelanggan itu, 60%-70% repeat order, tinggi. Kalau di IDMarco.com rata-rata repeat. [Nilai transaksi] rata-rata Rp500.000, Rp700.000, ada yang Rp2 juta, ada yang sampai belasan juta, ada juga,” katanya.

Dia mengatakan layanan grosir IDMARCO.com memiliki keunggulan dari segi variasi produk yang dapat ditawarkan. Kemudian, dari sisi pembayaran juga terdapat beberapa pilihan seperti tunai, kartu kredit, dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga menyediakan layanan pengembalian atau retur jika produk rusak atau cacat.

IDMARCO.com merupakan bagian dari Salim Group, untuk itu pihaknya juga saling melengkapi dan bekerja sama dengan anak perusahaan lainnya.

“Kami bekerja sama dengan Indomarco untuk kirim barang, jadi barang itu dari Indomarco, mereka kirim barang ke konsumen, pembelian lewat kami,” jelasnya.

Dia mengatakan data dari Nielsen terdapat 1,2 juta toko ritel konvensional dan jumlah ini menurutnya berpotensi lebih besar.

“Jadi marketnya masih besar sekali. [targetnya] kalau bisa [menjangkau] semua,” katanya.

Pihaknya optimistis tren berbelanja grosir secara daring ini akan semakin berkembang ke depannya. Hal tersebut, katanya, karena dagang-el di Indonesia juga terus tumbuh.

“Artinya ada perubahan behavior[perilaku], pertama dari end customer yang mulai belanja online, setelah itu yang berubah dari bisnis, pasti berubah, terutama ritel. Ini sudah mulai kelihatan,” jelasnya.

Pihaknya mengklaim sebagai dagang-el pertama yang membidik segmen business to retailer sehingga IDMARCO.com optimistis pertumbuhan bisnis akan semakin baik. Meskipun dia tidak menyebut angka target secara spesifik.

“Melihat perjalanan satu tahun dan apa yang kami dapat sekarang, kami sangat optimistis dengan 2018,” ujarnya.

 

Tag : belanja online
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top