Bangun Bengkel Pesawat, Sriwijaya Butuh Investasi Awal US$10 Juta

Sriwijaya Maintenance Facility membutuhkan investasi hingga US$10 juta untuk tahap pertama pembangunan fasilitas perawatan pesawat di Bintan.
Rio Sandy Pradana | 22 Maret 2018 15:52 WIB
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sriwijaya Maintenance Facility membutuhkan investasi hingga US$10 juta untuk tahap pertama pembangunan fasilitas perawatan pesawat di Bintan.

Direktur Utama SMF, Richard Budihadianto mengatakan investasi perusahaan perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO) akan berlangsung selama beberapa tahap.

Tahap pertama dipastikan selama 5 tahun. "Investasi dalam 5 tahun pertama kami butuh US$10 juta," kata Richard, Kamis (22/3/2018).

Dia menjelaskan dana investasi tersebut akan dipergunakan membangun fasilitas MRO berupa dua line station.

Fasilitas tersebut sanggup menampung pengerjaan untuk 3 unit pesawat berbadan lebar (wide body) atau setara dengan 6 unit pesawat berbadan sempit (narrow body).

Richard menuturkan investasi secara bertahap bertujuan agar dapat melihat potensi pasar MRO. Adapun, SMF memproyeksikan investasi akan terus dilakukan dalam tiga tahap atau hingga 15 tahun.

Kendati demikian, pihaknya optimistis terhadap perkembangan pasar MRO mendatang. Terlebih, Bintan merupakan lokasi strategis untuk meraup pasar domestik maupun regional karena dekat dengan Singapura.

Menurutnya, Singapura merupakan pusat industri jasa angkutan udara di Asia Tenggara. Bahkan, seluruh pabrikan pesawat, termasuk gudang suku cadang, workshop dan lainnya sudah memiliki kantor cabang di Negeri Singa.

Perusahaan perawatan pesawat milik Sriwijaya Air Group tersebut menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan yang berbasis di Singapura, Gallant Venture Ltd.

Kerja sama dengan Gallant Venture juga sejalan dengan keinginan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan agar Indonesia dapat berkolaborasi dengan Singapura guna menggarap pangsa pasar MRO.

Gallant Venture Ltd. adalah perusahaan investasi yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan ini memiliki lini bisnis antara lain di bidang otomotif, utilitas, properti, resort dan kawasan industri.

Tag : sriwijaya air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top