Platform 88Spares Siap Dorong Revolusi Industri 4.0

Platform 88Spares.com optimistis bisa mengawal industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar dapat beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0, setelah pemerintah menetapkan TPT merupakan salah satu dari lima sektor prioritas program industri generasi keempat.
Sholahuddin Al Ayyubi | 06 April 2018 07:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Platform 88Spares.com optimistis bisa mengawal industri tekstil‎ dan produk tekstil (TPT) agar dapat beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0, setelah pemerintah menetapkan TPT merupakan salah satu dari lima sektor prioritas program industri generasi keempat.

Chief Executive Officer (CEO) 88Spares.com Hartmut Molzahn‎ mengatakan Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia mengoptimalkan fungsi otak. Menurutnya, Platform 88Spares dinilai sudah siap menjadi pemain marketplace yang akan menyiapkan seluruh bahan baku dan mesin yang dibutuhkan industri dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"88Spares bermain di pasar yang hyper niche, kami ini pionir marketplace bahan baku dan mesin yang dibutuhkan industri TPT di Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0," tuturnya, Kamis (5/4).

‎Dia juga optimistis Platform besutannya tersebut dapat memangkas rantai distribusi pembelian bahan baku dan mesin tekstil, karena 88Spares dapat langsung mempertemukan penjual dan pembeli di satu marketplace.

Dia berpandangan selama ini pelaku seringkali mencari mesin dan bahan baku kain dari luar negeri, sehingga pabrik harus membeli barang tersebut ‎lewat dua distributor atau agen yang mata rantai jual-belinya cukup panjang dan menghabiskan biaya lebih besar.

"Agen pertama biasanya mengambil margin 40% dari penjual, kemudian agen berikutnya memasang margin 20%. Akibatnya pembeli di Indonesia membeli jauh lebih mahal dari harga asli mesin atau kain tersebut," kata Hartmut.

Menurutnya, melalui Platform 88Spares.com, penjual bisa mendapatkan margin‎ 25% lebih tinggi dan pembeli bisa mendapatkan harga 25% lebih murah. Dia menjelaskan jika beban produksi bisa ditekan, produktivitas dan efisiensi pabrikan TPT bisa meningkat, sehingga nilai ekspor industri TPT Indonesia bisa memenuhi ekspektasi pemerintah.

"‎Jika pabrikan lebih efisien dalam mencari bahan baku dan mesin, maka modal perusahaan bisa dialihkan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi dengan semakin banyak produksi, maka semakin banyak tenaga kerja yang bisa diserap oleh industri ini," ujarnya.

 

Tag : teknologi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top