Baznas & UNDP Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Jambi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan United Nations Development Programme (UNDP) bersinergi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan investasi Rp4,8 milyar.
Nurudin Abdullah | 07 April 2018 07:20 WIB
Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar (kedua kiri) disaksikan Bupati Sarolangun Cek Endradi (kiri), Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor (kanan) dan Dirut Bank Jambi M. Yani (kedua kanan) meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambil, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, JAMBI - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan United Nations Development Programme (UNDP) bersinergi membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan investasi Rp4,8 miliar.

Pembangkit listrik tersebut berlokasi di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambil  

Wakil Ketua Baznas Zaindulbahar Noor mengatakan pilot proyek pembangunan PLTMH baru dan revitaslisasi PLTMH di Desa Ngaol, Air Liki dan Air Liki Baru, Kecamatan Tabir  Barat, Kabupaten Merangin dilakukan Bank Jambi.

“Penyediaan akses listrik itu sangat penting untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangun,” katanya saat ground breaking pembangunan PLTMH baru Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jumat (6/4/2018).

Menurutnya, ketika listrik dapat dinikmati masyarakat di berbagai tempat  dan memberi perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, ternyata masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapat akses energi tesebut.

Di antara masyarakat tersebut, lanjutnya, adalah mereka yang tinggal di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, yang dipilih oleh Baznas dan UNDP untuk diberikan PLTMH.

Peresmian pembangunan PLTMH Desan Lubuk Bangkar dan revitaslisasi PLTMH Tabir Barat itu antara lain dihadiri Wakil Direktur UNDP Indonesia Francine Pickup, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wawan Supriatna, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Bupati Sarolangun Cek Endra.

Zainulbahar menjelaskan program pemberdayaan fakir miskin berbasis listrik itu merupakan dukungan pertama dana zakat untuk pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. 

“Program pembangunan PLTMH sekaligus sebagai implementasi pencapaian SDGs. Langkah Baznas ini merupakan dukungan pertama dana zakat untuk SDGs di Indonesia, dan bahkan di dunia,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur UNDP Indonesia Francine Pickup mengatakan penyediaan akses terhadap energi listrik akan mendukung pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat dalam rangka pencapaian SDGs.

“Pencapaian  Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya tujuan atau SDGs nomor satu yaitu bebas kemiskinan, dan tujuan nomor 7 yakni energi bersih dan terjangkau,” tegasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wawan Supriatna mengatakan pembangunan PLTMH baru di Desa Lubuk Bangkar tersebut dijadwalkan rampung dan mulai beroperasi Agustus 2018.

Kapasitas PLTMH baru Desa Lubuk Bangkar, lanjutnya, mencapai sekitar 60 kW yang dapat memberikan akses listrik kepada 283 rumah warga, 2 sekolah, 1 masjid, dan 4 musala dan infrastruktur lain.

Sedangkan 3 PLTMH lain yang direvitalisasi, yaitu di Desa Ngaol, Air Liki dan Air Liki Baru, Kecamatan Tabir  Barat, Kabupaten Merangin itu dijadwalkan dapat beroperasi penuh pada Juli 2018 dengan kapasitas masing-masing 40 kW yang dapat mengalirkan listrik kepada 523 rumah tangga, 5 sekolah, 3 masjid, 15 musala, 1 pesantren dan infrastruktur desa lainnya.

 

Tag : listrik, jambi, undp, baznas
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top