Avast Hadirkan Secure Browser Perlindungan Privasi dan Keamanan

Penelitian baru oleh Avast menemukan bahwa 65% konsumen salah percaya bahwa mode penjelajahan Incognito dan Private di browser akan menganonimkan identitas, serta mengaburkan kebiasaan penjelajahan mereka dari pemerintah, organisasi, dan pengiklan.
Newswire | 09 April 2018 19:09 WIB
Ilustrasi - avast

Bisnis.com, JAKARTA - Penelitian baru oleh Avast menemukan bahwa 65% konsumen salah percaya bahwa mode penjelajahan Incognito dan Private di browser akan menganonimkan identitas, serta mengaburkan kebiasaan penjelajahan mereka dari pemerintah, organisasi, dan pengiklan.  

Selain itu, 77% memiliki harapan yang keliru bahwa browser akan memperingatkan mereka terhadap potensi ancaman berbasis web, termasuk ancaman dari ekstensi pihak ketiga yang dipasang.

Survei tersebut, yang mengumpulkan jawaban dari lebih dari 10.000 pengguna di seluruh dunia, juga mengidentifikasi fakta yang menghawatirkan bahwa ekstensi web sekarang menjadi ancaman terhadap privasi dan keamanan pengguna, termasuk ekstensi yang digunakan dalam skala besar.

Meskipun lebih dari dua pertiga (64%) responden mengakui bahwa mereka menggunakan ekstensi browser pihak ketiga, tetapi hanya 20% menganggap ekstensi yang mereka gunakan dapat dipercaya.

Ketika ditanya apakah browser yang mereka pakai masih harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengidentifikasi adware dan malware yang tersembunyi di dalam ekstensi, hampir semua responden (96%) menjawab ‘ya’.

Ekstensi berbahaya adalah ancaman yang semakin meningkat karena penyerang meniru ekstensi yang populer untuk menayangkan iklan, merekam kata-kata pencarian dan mencuri data pribadi.

Temuan ini mendukung peluncuran produk Avast Secure Browser yang baru ditingkatkan dan diganti namanya. Produk ini memberikan perlindungan canggih dari serangan siber berbasis browser dan memberikan privasi dari pengawasan online terhadap situs web yang dikunjungi pengguna.

"Konsumen yang menggunakan mode penjelajahan Private dan Incognito sedang diberi rasa aman palsu karena hanya menawarkan opsi privasi terbatas. Sama sekali tidak ada perlindungan yang nyata terhadap ancaman keamanan atau privasi," kata Matt Adkisson, Director Platform Products, Avast dalam keterangan tertulis, Senin (9/4).

Sebaliknya, sambungnya, konsumen belum pernah ditawari browser yang memberikan perlindungan web terdepan dan privasi online dari para ahli keamanan siber.

"Kami telah mendesain ulang Avast Secure Browser secara khusus untuk menghadirkan pengalaman online yang aman dan pribadi. Selain menjadi pilihan yang sederhana dan aman bagi individu yang sadar akan pentingnya privasi, produk yang baru juga lebih cepat daripada browser lain yang ada saat ini."

Menurut Matt, saat browser lain hanya menawarkan keamanan privasi yang terbatas, Avast Secure Browser menawarkan berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk Anti-Pelacakan, Mode Bank, Mode Stealth dan integrasi VPN.

Avast Secure Browser juga melindungi pengguna terhadap pihak ketiga yang memantau dan menyimpan riwayat penelusuran, atau menempatka cookie pelacakan dan penggunaan data pribadi untuk membuat profil pengguna gadungan.

Avast Secure Browser aktif mengidentifikasi add-on, tautan, dan konten yang tidak aman yang mungkin mengandung malware.


Tag : malware
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top